Wallpaper alam semesta di Macintosh. Coba tebak yang mana Bumi, planet tempat tinggal kita?

Manusia itu…

Hari ini baru saja pulang dari Muntilan, menengok adik ipar yang sedang dalam masa penyembuhan usai kecelakaan dua minggu lalu. Kondisinya sudah membaik, jauh lebih baik daripada dua minggu lalu. Jahitan di bibirnya sudah dilepas, sudah bisa makan sendiri, sudah bisa makan makanan keras, namun belum bisa mengatupkan mulutnya karena bibirnya yang masih agak bengkak. Syukur kepada Tuhan (kalau memang Tuhan itu ada) dan syukur kepada dokter, perawat, rumah sakit dan orang baik yang menolongnya pada waktu ia kecelakaan (yang jelas ada).

Tapi bukan itu yang membuatku ingin menuliskan postingan ini, melainkan hal berikut ini.

Malam hari kemarin, aku melihat amplop besar hasil CT Scan-nya yang tergeletak di dinding penyekat di rumah adik iparku itu. Aku membukanya dan mengamatinya di bawah pancaran sinar lampu neon di ruang keluarga. Ada 25 gambar hasil scan kepala adik iparku. Gambar-gambar itu memperlihatkan potongan mendatar dan tegak lurus kepalanya. Terlihat citra tengkoraknya yang berwujud gambar putih terang yang menunjukkan bahwa bagian itu adalah bagian yang keras. Kemudian terlihat juga citra otaknya yang berwujud gambar keabu-abuan dengan beberapa bagian yang gelap yang menunjukkan bahwa bagian itu adalah bagian yang lunak.

Kemudian terbayang olehku, bahwa bagian yang lunak itu ialah otak, sebuah sistem yang mengatur keseluruhan sistem tubuh kita. Sebuah organ lunak yang terlindungi dalam kerangka keras tengkorak kita, mendapat asupan oksigen dan gula sebagai bahan bakarnya, kemudian mengatur seluruh gerak pikiran dan organ fisik kita yang artinya mengatur seluruh kehidupan kita. Aku kemudian mengamati mengamati tanganku, kugerakkan, lalu kusadari, bahwa yang mengatur gerakan tanganku adalah otakku. Sebuah rentetan alur kerja sistem super kompleks yang bekerja 24 jam sehari 365 hari setahun, semuanya berada di bawah kendali otak, organ lunak yang ringkih secara fisik namun sangat powerful secara sistem itu.

Melihat citra-citra otak itu dan bayangan-bayangan sistem kerjanya membuat mulutku melontarkan sebaris kalimat kepada adik iparku,

Manusia itu… menakjubkan ya?

Lalu aku terbayang sesuatu yang lebih besar lagi. Alam semesta ini. Kumpulan milyaran bintang, planet dan satelit-satelitnya, yang bekerja dalam sebuah sistem raksasa yang tidak sempurna namun terlalu besar untuk tidak kusebut dengan ungkapan yang sama, menakjubkan..

Aku membayangkan, betapa sebuah sistem maha raksasa itu mengandung detail yang tak kalah menakjubkannya dalam diri setiap makhluk di dalamnya. Manusia, binatang, tumbuhan, dari yang raksasa hingga yang hanya satu sel, semuanya bekerja sebagai sebuah sistem otonom. Bahkan setiap sel dalam tubuh kita pun bekerja sebagai sebuah sistem yang otonom sesuai fungsinya masing-masing. Bumi hanya sebutir debu di alam semesta. Manusia hanya sekumpulan debu mikroskopis di permukaan debu yang kita sebut Bumi ini. Namun semuanya bekerja sebagai sebuah sistem yang… menakjubkan.

No, ketakjubanku itu tidak membuatku mengatakan bahwa lebih menakjubkan lagi Tuhan yang menciptakan alam semesta dan seisinya ini. Aku masih percaya pada gap filling God, Tuhan yang mengisi kekosongan-kekosongan dalam diri manusia. Bukan bapak tua berjenggot yang bermain tanah, meniupkan nafasnya ke tanah itu lalu membuatnya hidup untuk kemudian bermain surga-surgaan dan neraka-nerakaan dengan makhluk-mahkluk ciptaan-Nya sendiri itu. Aku lebih percaya pada sains yang membukakan rahasia-rahasia alam semesta ketimbang kepada pendeta yang bahkan tak memahami cara kerja otaknya sendiri. Kalaupun benar bahwa manusia diciptakan oleh sesosok pencipta berwujud humanoid, aku lebih percaya bahwa penciptaan itu dilakukan dalam sebuah laboratorium canggih tempat para pencipta kita bereksperiman membuat kehidupan demi mencari jawaban bagaimana diri mereka sendiri dulu diciptakan.

Ketakjubanku itu membuatku tersadar, bahwa kita adalah debu-debu yang saling berinteraksi satu sama lain, mencoba membuat hidup kita yang kita sadari secara singkat ini menjadi terasa bermakna. Kalau Mayfly - yang hanya hidup beberapa menit sampai beberapa hari setelah setahun berada dalam fase kepompong selama setahun di dalam air – memanfaatkan hidupnya yang sangat singkat dengan kawin dan bertelur sebelum akhirnya mati, dalam perspektif yang lebih besar kita juga seperti itu. Manusia hanya hidup dalam rentang waktu yang sangat singkat dibanding rentang waktu keberlangsungan alam semesta ini. Namun dalam rentang waktu yang sangat singkat itu kita mencoba untuk membuatnya bermakna. Tentu bukan hanya kawin dan beranak seperti Mayfly. Untung saja manusia butuh waktu yang lama untuk dikandung, lahir, tumbuh dewasa sebelum akhirnya mati. Kita punya waktu yang relatif lebih banyak daripada Mayfly, dan dalam rentang waktu itu kita mengisinya dengan hal-hal yang menurut kita menyenangkan. Sebagian dari kita bersantai-santai tidak tahu apa yang harus dikerjakan, sebagian yang lain bekerja membanting tulang memeras keringat untuk mendapatkan kekayaan sebanyak-banyaknya, sebagian lagi hanya melakukan apa yang diajarkan oleh sistem buatan manusia lain, sebagian yang lain lagi bekerja untuk memberikan manfaat bagi lingkungannya, bagi umat manusia, bagi kehidupan di bumi, debu yang melayang di angkasa raya maha luas ini.

Jadi intinya apa?

Intinya ya tadi itu.

Manusia itu.. menakjubkan. Meski sistem maha raksasa yang begitu menakjubkan hingga ke detail-detailnya ini tidak sempurna, tapi ini tetaplah menakjubkan. Di samping itu, apa sih yang sempurna? Selalu ada bug dalam setiap sistem. Namun kekurangan itu justru sebuah bukti bahwa sistem itu masih bisa dikembangkan dan disempurnakan. Begitu juga sistem alam semesta ini. Sebuah sistem menakjubkan yang masih selalu disempurnakan. Sama seperti Mac.

Lho?

Wallpaper alam semesta di Macintosh. Coba tebak yang mana Bumi, planet tempat tinggal kita?

Wallpaper alam semesta di Macintosh. Coba tebak yang mana Bumi, planet tempat tinggal kita?

Your Archetype Blend

 
Img_personal_the-mastermindMastermind 34 %

Img_personal_the-inventorInventor 33 %  Img_personal_the-strategistStrategist 33 %

Your Traits

  • Innovative
  • Independent
  • Self-directed
  • Leader
  • Planner
  • Idea-generator

Workplace Approach

You are probably quite comfortable working alone and may actively prefer it. You prefer one-on-one discussions to big group meetings. You might dislike giving presentations. You are quite open at taking criticism. You are able to respond calmly to crises. You probably don’t need much feedback. You might be happy to work quietly in background.

You tend to like a fast-paced environment. You might get bored with anything slow and methodical. You are happiest when projects develop quickly. You tend to dislike sticking to a schedule. You might treat deadlines as flexible guidelines rather than requirements. You’d much rather manage your own time having to fit with another’s calendar. You tend to be independent and like to do things in your own way.

Your unique Archetype blend

Img_personal_the-mastermind

Dialog dengan Tuhan

Seorang manusia tidur lelap. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu Tuhan dan berdialog.

Manusia: Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bicara.

Tuhan: Ooo..waktu-Ku adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang Waktu. Apa pertanyaanmu?

Manusia: Terima kasih.. Apa yg paling mengherankan bagi-Mu tentang kami manusia?

Tuhan: Hahaha.. kalian itu makhluk yang aneh.

Pertama, suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini.

Kedua, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.

Ketiga, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun setelah dewasa rindu lagi jadi anak-anak suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal-soal sepele.

Keempat, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tetapi setelah itu harus kehilangan banyak uang untuk bisa mendapatkan kembali kesehatan itu.

Hal-hal begitu inilah yang membuat hidup kalian susah.

Manusia: Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?

Tuhan: Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian, suka dan mudah lupa pada nasihat yang baik. Baiklah Ku-ulangi lagi ya beberapa yang terpenting.

1. Kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.

2. Ingat : “Siapa” yang kalian miliki itu lebih berharga dari pada “apa” yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.

3. Jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki oarang lain. Melainkan bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia Unggul. Otomatis Rejeki yang akan mengejar kalian.

4. Ingat orang yang disebut Kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yang paling banyak, tetapi adalah dia yang paling “sedikit” memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesamanya.

 

~ Adi W. Gunawan

Ujian Emosi

Hari ini ujian emosi ada tiga. Alhamdulillah bisa lolos semuanya. Pelajaran hari ini:

1. Sabar. Semua permasalahan bisa selesai kalau diomongin baik-baik. Coba kalo tadi marah-marah sama CSnya Telkom Speedy, pasti yang dimarahi jadi bete, permasalahan juga belum tentu jadi beres. Untung tadi dengan sabar meminta keterangan dan solusi. Tiga jam menunggu, masalah sudah beres tanpa lepas kontrol emosi.

2. Sing waras ngalah. Banyak orang yang tidak sadar dirinya jadi batu sandungan buat orang lain. Terhadap orang-orang kayak gitu rasanya pengen langsung gorok lehernya. Tapi kalo gitu, berarti kita sama gilanya dengan mereka. Tadi sempat nyaris meledak karena kepancing emosi, untungnya aku punya istri yang mengingatkanku tentang hal-hal yang sebenarnya sudah kuketahui. Sing waras ngalah.

3. Maklum. Ada orang yang dalam hidupnya merasa harus diakui kepintarannya, titelnya, dll. Menjengkelkan sih. Tapi biasanya orang-orang kayak gitu di masa lalunya memang tertekan karena sering direndahkan. Sekarang mereka merasa harus menunjukkan kepintarannya kepada orang lain, membuktikan bahwa mereka lebih baik dari orang lain. Jadi ya maklum aja. Malah kasihan lho, orang-orang seperti itu selalu merasa harus mendapat pengakuan dari orang lain. Wis lah. Sing waras ngalah.

Tentang Hari Ulang Tahun

Sejujurnya saya masih nggak ngeh dengan ulang tahun. Apa yang dirayakan? Bahwa saya sudah semakin tua, semakin berkurang jatah masa hidup saya di dunia?

Bersyukur memang penting, tapi saya melatih diri untuk bersyukur setiap hari, setiap malam sebelum tidur, karena saya tidak bisa memastikan esok pagi masih bisa bangun atau tidak.

Tapi di tanggal yang bertepatan dengan hari lahir saya, kalau ada yang harus diucapin selamat, itu bukanlah saya melainkan ibu saya. Perempuan yang sembilan bulan mengandung saya dan melahirkan saya dengan bertaruh nyawa. Perempuan hebat yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya selama 30 tahun telah mendidik dan membimbing saya. Perempuan tangguh yang berjuang meski tertatih untuk membesarkan saya dengan segala tantangan yang saya tahu sangat berat. Perempuan berhati lembut yang tetap menerima dan menopang saya ketika saya sedang jatuh hancur terpuruk dalam bagian terendah di kehidupan saya. Perempuan yang tetap mengasihi saya meski saya kadang terlalu durhaka untuk dikasihi. Perempuan yang mengajari saya untuk tetap mengasihi meski dibenci. Perempuan yang mengajari saya untuk bekerja keras demi masa depan keluarga. Perempuan yang mengajari saya untuk menaklukkan tantangan demi tetap berputarnya roda ekonomi keluarga. Perempuan yang mengajari saya untuk menjadi berkat bagi orang lain tanpa meminta pamrih apapun. Perempuan yang mengajari saya untuk tidak menjadi orang yang munafik yang manis di luar tapi busuk di dalam. Perempuan terhebat yang pernah saya kenal.

Terimakasih Mama. I love you.

Buat yang sudah ngucapin met ultah, thanks anyway. Terimakasih untuk perhatiannya :)

burung-hantu

Aku Padamu, Wahai Burung Hantu Putih nan Cantik

burung-hantuBurung hantu putih itu terbang melayang dengan anggunnya di depanku. Ia tak mengepakkan sayapnya, hanya meluncur saja seperti mengendarai angin. Ia baru mengepakkan kedua sayap indahnya ketika ia hendak berbalik arah dan terbang naik untuk kemudian hinggap di batang daun pohon kelapa di samping rumahku. Ia bertengger dengan nyaman di batang daun itu. Sesekali ia merentangkan sebelah sayapnya dan menyisir bulunya dengan paruh pendeknya. Pancaran sinar bulan purnama malam ini bak lampu panggung yang menyorot keindahan makhluk cantik itu. Makhluk berbulu putih itu nampak cantik sekali malam ini.

Sudah sejak lama aku menyukai burung hantu itu. Dulu aku hanya sering mendengar suaranya ketika ia terbang melintas di atas rumahku. Terdorong oleh rasa penasaran, aku menunggunya hampir setiap malam. Memang tidak setiap malam aku mendengar suaranya. Entah karena ia memang sedang tidak terbang di atas rumahku, atau karena ia sedang ingin diam tak bersuara. Dan ketika suatu malam suaranya kembali terdengar, aku segera mengambil senter lalu naik ke balkon rumahku. Aku mencari asal suaranya. Dalam kegelapan malam itu, aku melihat dua ekor burung hantu berbulu putih bertengger di batang daun pohon kelapa di samping rumahku. Kusorotkan senter ke arahnya. Ia nampak cuek, namun mungkin ia merasa tak nyaman juga. Maklum saja, ia adalah makhluk malam yang tak menyukai cahaya. Sama seperti sebagian dari diriku. Sorot lampu senterku membuatnya memalingkan wajahnya kemudian melompat sambil mengepakkan sayapnya. Kedua burung hantu itu pun terbang menjauh.

Lama kemudian aku tak pernah lagi mendengar suaranya. Mungkin burung hantu itu takut atau malah marah padaku karena aku menyorotnya dengan sinar lampu senter yang cukup terang. Sampai suatu ketika aku mendengarnya lagi. Aku kembali naik ke balkon rumahku, kali ini tanpa membawa senter. Aku mematikan lampu balkon rumahku supaya bisa melihatnya dengan lebih jelas. Dan di batang daun pohon kelapa yang biasanya itu, bertengger si burung hantu berbulu putih nan anggun itu. Cantik sekali.

Dalam kegelapan aku memandangnya. Mungkin ia juga memandangku, tapi mungkin juga ia tak mempedulikanku. Aku tak peduli. Aku hanya ingin melihatnya, mengagumi kecantikannya tanpa berusaha mendekatinya, apalagi memilikinya. Pernah aku berpikir, aku ingin sekali memelihara burung hantu putih sebagai binatang peliharaan. Tapi kupikir, bukankah itu sangat egois, mengurung sesuatu yang dikagumi dalam sangkar yang membuatnya terpenjara tanpa bisa menghirup kebebasan hanya supaya bisa memandangnya setiap saat? Tidak. Aku tak menginginkan itu. Karena sesungguhnya seperti halnya cinta, rasa kagum bukan alasan untuk mencengkeram erat-erat apa yang dikagumi. Rasa kagum haruslah menumbuhkan rasa hormat dan penghargaan. Menghormati haknya untuk terbang bebas, menghargai keinginannya untuk tidak dimiliki.

Dalam kegelapan itu aku memandangnya. Mungkin ia juga berbalik memandangku, mungkin juga ia tak mempedulikanku. Aku tak peduli. Aku hanya ingin memandangnya, mengaguminya dari kejauhan. Kadang aku berkhayal burung hantu cantik berbulu putih itu terbang mendekat dan hinggap di depanku, bermain denganku atau sekedar membiarkanku membelai bulu halus di kepalanya. Namun untuk saat ini cukuplah aku bersyukur dengan apa yang ada padaku, sebuah kesempatan untuk mengenalnya, melihatnya meski dari kejauhan dan hanya dalam diam.

Hidup adalah …

Dulu kukira hidup adalah tempat untuk belajar, berkembang dan bertumbuh menjadi lebih baik lagi. Sampai suatu saat aku seperti kena tampar ketika ngobrol dengan pikiran bawah sadarku. Dengan keras ia menghentakkanku ketika ia berkata, “Kalau hidup hanya untuk belajar, maka selamanya kamu akan hanya belajar dan belajar terus karena itulah program yang kamu tanamkan ke dalam pikiran bawah sadarmu.”

Kini aku mengerti bahwa hidup adalah berkarya, mencipta. Dan baru kini aku benar-benar mengerti apa yang dikatakan Jim Rohn,

“Don’t let your learning lead to knowledge. Let your learning lead to action.”

Kalaupun kita harus belajar, pembelajaran sejati terjadi ketika kita mengalami, ketika kita berkarya, mencipta, melakukan ide-ide yang sudah kita tangkap.

Terimakasih.

remaja-dan teknologi

Ajari Anak Tentang Teknologi Sebelum Terlambat

Barusan gak sengaja liat berita tentang seorang cewek abg umur belasan tahun (13 atau 15 saya lupa) yang diperkosa oleh 13 orang pria. Mirisnya, dia menjadi korban kepolosan ketololannya sendiri karena dia terlalu percaya dengan seorang pria yang cuma dikenalnya lewat Facebook. Jadi si cewek itu diajak ketemuan oleh si pria yang ternyata penjahat kelamin. Di lokasi janjian, si pria ternyata sudah menunggu bersama 12 orang temannya dan terjadilah tragedi yang mengenaskan itu. Sebuah kesalahan fatal yang terjadi karena kesalahan si cewek orangtua si cewek yang tidak pernah mengajari anaknya untuk menggunakan teknologi secara benar.

Jadi inget sebuah artikel bagus tentang perjanjian yang dibuat oleh seorang ibu dengan anaknya ketika sang ibu yang bijak ini membelikan sebuah handphone baru sebagai hadiah Natal untuk Gregory, putranya yang berumur 13 tahun. Berikut surat sang ibu yang saya terjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Dear Gregory,

Selamat Natal! Kamu sekarang adalah pemilik sebuah iPhone! Wow! Kamu adalah seorang anak berumur 13 tahun yang baik dan bertanggungjawab dan kamu berhak mendapat hadiah ini. Tapi untuk menerima hadiah ini ada aturan dan peraturannya. Bacalah kontrak berikut ini. Kuharap kamu paham bahwa adalah tugasku untuk membesarkanmu menjadi seorang pria muda yang utuh dan sehat yang bisa berfungsi di dunia dan hidup bersama dengan teknologi, bukan dikendalikan olehnya. Gagal mengikuti daftar berikut ini akan mengakibatkan pemberhentian kepemilikan iPhone-mu.

Aku sangat mencintaimu dan ingin sekali saling berkirim berjuta-juta SMS denganmu di hari-hari mendatang.

  1. Itu adalah handphone-ku. Aku yang membelinya. Aku yang membayar pulsanya. Aku meminjamkannya padamu. Luar biasa kan aku?
  2. Aku harus selalu tahu passwordnya.
  3. Kalau handphone-mu berdering, jawablah. Itu gunanya handphone. Katakan halo, gunakan sopan santunmu. Jangan pernah mengabaikan dering telponmu kalau di layar tertulis “Ibu” atau “Ayah”. Jangan pernah.
  4. Berikan handphone ini kepada salah satu orangtuamu pada jam 7.30 malam pada setiap malam sebelum hari sekolah, dan pada jam 9.00 malam pada malam sebelum weekend. Handphone ini akan dimatikan pada malam hari dan akan dinyalakan lagi pada jam 7.30 pagi. Kalau kamu tidak mau menelpon telpon rumah seseorang, di mana mungkin orangtua mereka yang menjawabnya terlebih dahulu, maka jangan menelpon atau SMS. Dengarkan insting itu dan hormati keluarga lain sebagaimana kita ingin dihormati.
  5. Handphone ini tidak akan kamu bawa ke sekolah. Bergaullah secara langsung dengan orang-orang yang kamu SMS. Hal itu adalah sebuah keterampilan hidup. *Hari-hari tertentu, kunjungan lapangan dan aktivitas setelah sekolah akan mendapat pertimbangan khusus.
  6. Kalau handphone ini masuk ke toilet, jatuh ke lantai atau lenyap di udara, kamu bertanggungjawab untuk biaya penggantian atau perbaikannya. Bekerjalah. Potong rumput, jaga bayi atau menabunglah dari uang hadiah ulangtahunmu. Hal ini pasti akan terjadi, karena itu kamu harus bersiap-siap.
  7. Jangan gunakan teknologi ini untuk berbohong, membodohi atau mengelabui orang lain. Jangan melibatkan dirimu dalam pembicaraan yang menyakiti orang lain. Jadilah teman yang baik terlebih dahulu atau jauhilah pertengkaran.
  8. Jangan mengirim pesan teks, email atau mengatakan apapun lewat handphone ini yang tidak akan kamu katakan secara langsung kepada orangnya.
  9. Jangan mengirim pesan teks, email, atau apapun kepada seseorang yang tidak akan kamu katakan keras-keras bila orangtua mereka berada di dekatmu. Sensorlah dirimu sendiri.
  10. Tidak boleh ada pornografi. Carilah di internet informasi yang bakal kamu bagikan secara terbuka denganku. Kalau kamu punya pertanyaan tentang apapun, tanyakanlah secara langsung – kepadaku atau ayahmu.
  11. Matikan, diamkan, jauhkan di tempat umum. Terutama di restoran, di bioskop, ata ketika sedang berbicara dengan orang lain. Kamu bukan orang yang kasar; jangan biarkan iPhone mengubah itu.
  12. Jangan mengirim atau menerima gambar bagian tubuh pribadimu atau bagian tubuh pribadi orang lain. Jangan tertawa. Suatu hari kamu akan digoda untuk melakukannya meskipun kamu memiliki kecerdasan yang tinggi. Itu sangat beresiko dan bisa menghancurkan kehidupan masa remaja/kuliah/dewasamu. Hal itu selalu adalah ide yang buruk. Dunia maya itu sangat luas dan lebih kuat darimu. Dan sangat sulit untuk menghilangkan apapun yang sebesar itu – termasuk reputasi yang buruk.
  13. Jangan membuat bertrilyun-trilyun foto. Tidaklah perlu untuk mendokumentasikan apapun. Jalanilah pengalamanmu. Itu akan tersimpan di ingatanmu selamanya.
  14. Kadang-kadang tinggalkan handphonemu di rumah dan milikilah perasaan aman dan nyaman dengan keputusan itu. Handphone bukanlah benda hidup atau kepanjangan tangan darimu. Belajarlah untuk hidup tanpanya. Jadilah lebih besar dan lebih berkuasa daripada TMS – takut melewatkan sesuatu.
  15. Downloadlah musik yang baru atau yang klasik atau yang berbeda daripada yang didengarkan oleh teman-temanmu. Generasimu memiliki akses ke musik yang tak pernah dimiliki generasi lain dalam sejarah. Manfaatkanlah anugerah itu. Luaskan pandanganmu.
  16. Bermainlah permainan kata-kata atau puzzle atau permainan yang melatih otak.
  17. Jagalah matamu tetap ke depan. Lihatlah dunia yang terjadi di sekelilingmu. Pandanglah ke luar jendela. Dengarkanlah kicauan burung-burung. Berjalan-jalanlah. Berbicaralah kepada orang-orang asing. Takjublah pada dunia tanpa googling.
  18. Kamu akan melakukan kesalahan. Aku akan mengambil handphonemu. Kita akan duduk bersama dan membicarakannya. Kita akan memulainya lagi dari awal. Kami dan aku, kita selalu belajar. Aku ada di pihakmu. Kita berada dalam hal ini bersama-sama.

Harapanku adalah kamu menyetujui peraturan ini. Sebagian pelajaran yang terdaftar di sini tidak cuma tentang iPhone, tapi juga tentang kehidupan. Kamu akan tumbuh besar di dunia yang cepat dan selalu berubah. Hal itu sangat menyenangkan dan menggoda. Jagalah setiap kesempatan yang kamu dapat tetap sederhana. Percayalah pada pikiranmu yang kuat dan jantungmu yang besar di atas segala mesin. Aku mencintaimu. Kuharap kamu menikmati iPhone barumu yang keren. Selamat Natal!

Kepada anak-anakku, aku juga akan melakukan hal serupa. Aku akan menerapkan peraturan-peraturan seperti Ibu Janell Burley Hofmann di atas, untuk kebaikan mereka. Karena hidup jauh lebih luas dari layar handphone.

remaja-dan teknologi

Jaja Miharja waktu di kursi panas Questions of Life Hitam Putih Trans 7

Jaja Miharja Tentang Investasi Tanah

Punya uang, beli tanah. Beli tanah gak ada ruginya. ( Jaja Miharja @ Hitam Putih Trans 7 )

Jaja Miharja waktu di kursi panas Questions of Life Hitam Putih Trans 7

Jaja Miharja waktu di kursi panas Questions of Life Hitam Putih Trans 7

Jaja Miharja adalah seorang penyanyi dangdut dan aktor sejak tahun 1973 hingga sekarang. Tanahnya berhektar-hektar, dibeli dari hasil kerja kerasnya di dunia entertainment – bidang yang ditekuninya sejak masa mudanya. Kini juga sedang membangun studio musik lengkap untuk menampung artis-artis baru yang belum terkenal supaya mendapat jalan masuk ke dunia entertainment.

Jadi ada tiga  pelajarannya:

  1. TEKUN
  2. NGERTI CARA NGATUR DUIT
  3. MILIKI JIWA SOSIAL / SUKA MENOLONG ORANG LAIN

 

pengendalian-pikiran

Tiga Hukum Pengendalian Pikiran

pengendalian-pikiranHukum pengendalian pikiran yang pertama: Buat pikiran anda memikirkan apa yang anda ingin pikirkan

Pikiran selama ini telah dengan sangat bebas memikirkan apapun yang pikiran inginkan. Dengan demikian selama ini pikiran yang mengendalikan diri anda. Sekarang, setelah menyadari hal ini, anda perlu membalik prosesnya, kenali bahwa pikiran hanyalah merupakan suatu aktivitas, yang dapat berjalan sesuai dengan keinginan anda. Untuk dapat mengendalikan pikiran, anda harus disiplin dalam menjalankan hukum pertama ini. Belajarlah untuk mengatur pikiran seperti anda menjalankan sebuah mesin. Anda dapat menyalakan atau mematikan menurut keinginan anda.

Hukum pengendalian pikiran yang kedua: Buat pikiran anda berpikir saat anda menginginkannya berpikir dan berhenti berpikir saat anda menginginkannya berhenti.

Bagi kebanyakan orang pikiran mereka dapat melakukan apa saja, meskipun tanpa persetujuan mereka, sehingga pikiran yang menentukan apa yang akan ia pikirkan. Akibatnya, pikiran yang muncul sering kali tidak terkendali dan mengakibatkan pikiran yang kacau. Untuk mengatasi hal ini anda harus bisa menjadi tuan dari pikiran anda, bukan sebaliknya. Gunakan pikiran saat anda ingin menggunakannya dan tidak menggunakannya saat anda tidak ingin menggunakannya. Dengan kata lain, anda harus belajar untuk bisa membuat pikiran menjadi tenang saat anda menginginkannya tenang.

Hukum pengendalian pikiran yang ketiga: Menjadi pengamat dari pikiran yang anda pikirkan.

Semakin ahli anda dalam memainkan peran sebagai pengamat dalam mengamati pikiran maka anda akan semakin mampu menguasai pikiran. Mainkan peran pengamat dalam setiap bentuk kegiatan mental yang anda lakukan. Jadikan hal ini sebagai sebuah kebiasaan. Bila anda mampu menjadikan peran pengamat sebuah kebiasaan, maka kebiasaan ini akan sangat membantu mengembangkan kemampuan persepsi anda. Selanjutnya anda akan mampu mengendalikan pikiran dan berpikir secara sadar.

blog-statistik

Evaluasi Bulan Februari 2013

Bulan Februari bulan penuh cinta. Katanya sih begitu. Tapi buat saya nggak cuma Februari. Setiap hari dalam setiap bulan sepanjang tahun memang harus dijalani dengan penuh cinta bersama orang-orang yang kita cintai.

Karena itu pulalah awal Februari kemarin aku dan istriku maen ke Jakarta, nengok Sherine, keponakan kecilku yang sudah tambah lucu. Hari pertama aku nyampe sana, Sherine masih merasa asing denganku. Maklum saja, terakhir aku ke sana dia masih umur 8 bulan kalo gak salah. Sekarang di umur setahun, tentu saja dia sudah lupa wajahku. Namun yang menyenangkan adalah dia sudah mulai belajar menirukan kata-kata yang diucapkan orang-orang di sekitarnya. Ketika aku menyapanya dengan kata, “Hai..,” dia spontan menirukanku. “Hai…,” katanya tanpa ekspresi. Hehe..

Meskipun ia sudah mulai belajar menirukan kata-kata, ia sama sekali belum mau menirukan ketika aku memintanya memanggilku ‘Om.’ Mungkin karena kata itu terlalu singkat dan berakhir dengan huruf yang diucapkan dengan mulut tertutup. Namun ketika pada hari ke-tiga aku membelikannya sebuah kursi balon besar berbentuk kelinci, ia nampak tersenyum gembira. Ketika Mamanya menyuruhnya mengucapkan terimakasih padaku, aku justru memintanya untuk memanggilku ‘Om.’ Tanpa kusangka, ia spontan mengucapkan kata itu. “Om…” katanya, masih tanpa ekspresi. Aku langsung memeluknya dan menciuminya. Eh lha setelah itu ia masih bilang lagi, “Maacih…” So cute.. :)

Perjalananku ke Jakarta tidak hanya untuk menengok Mamak dan keluarga kakak iparku itu, namun juga untuk membeli sebuah mesin produksi baru yang memang kubutuhkan. Sebuah mesin gravir untuk melayani permintaan name tag PDH PNS maupun TNI dan Polisi. Aku membelinya di Bhinneka.com, tapi secara offline langsung ke kantornya di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat. Awalnya aku tidak tahu kalau penjualnya adalah Bhinneka.com, karena aku mendapat informasi alat tersebut dari website lain. Ternyata, website itu adalah milik seorang sales manager di Bhinneka.com. Setelah kucari alamat yang diberikannya padaku lewat SMS, barulah aku tahu kalau dia adalah salah satu account manager di Bhinneka.com divisi merk Roland. Setelah menunggu berjam-jam karena barangnya harus diambilkan dulu di gudang, akhirnya kubawa pulanglah mesin gravir digital Roland itu.

Keesokan harinya aku masih berburu beberapa barang lagi, termasuk supplies bahan untuk gravir itu. Beruntung, aku menyewa mobil dengan sopir yang sudah tahu daerah-daerah tempat kulakan barang-barang di Jakarta. Menurut penuturan bapak sopir yang ternyata orang Batak bermarga Sibuea itu, dia memang sudah sering mengantar orang-orang dari luar Jakarta, bahkan juga dari luar Jawa untuk kulakan barang-barang maupun mesin-mesin di Jakarta. Bahkan beberapa langganannya sudah percaya padanya, sehingga mereka tidak lagi datang sendiri ke Jakarta untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan. Tinggal telpon tokonya, order, transfer pembayarannya, kemudian mengontak Pak Boya – nama panggilan pak sopir itu – untuk mengambilkan barangnya dan mengirimkannya via jasa pengiriman barang yang dikehendaki.

Hanya empat hari aku berada di Jakarta. Belum cukup untuk mengobati rasa rinduku pada keponakan kecilku itu. Apalagi sehari sebelum aku pulang, aku membuatnya terpaksa belajar berjalan. Memang sebelumnya dia sudah bisa berdiri sendiri sambil berpegangan, namun ia belum pernah mau belajar berjalan sendiri. Ia lebih senang dititah, berjalan dengan bantuan orang yang memegangi kedua tangannya. Bersamaku, ia kupaksa untuk berdiri dan berdiri sendiri sambil memegang jari telunjukku untuk membantu keseimbangannya. Selangkah demi selangkah ia berjalan maju menuju Mbahnya atau Mamanya. Ketika ia kelihatannya ingin menyerah dan menjatuhkan dirinya, aku mengangkatnya kembali untuk meneruskan latihannya berjalan hingga sampai ke pelukan Mbahnya. Meski sambil menangis, dia meneruskan langkah-langkah kecilnya hingga sampai ke tujuannya. Malam itu ia berlatih begitu kerasnya hingga keringat berkucuran dari sekujur tubuhnya. Tak lama kemudian ia terlelap karena kecapekan. Aku ingin membisikkan sesuatu padanya, namun aku sadar ia tak akan mengerti apa yang akan kukatakan. Aku ingin mengatakan padanya, “Nak, begitulah kelak engkau harus hidup. Belajar terus, berlatih keras, tak pernah menyerah dalam berusaha, maka kamu akan mampu mencapai apapun tujuanmu.” Meski aku tak mengatakannya, aku yakin karakternya sudah mulai terbentuk ketika ia kupaksa belajar berjalan malam itu. Karakter tak pernah menyerah dalam berlatih dan berusaha, yang akan menjadi bekal hidupnya kelak hingga ia dewasa.

Sepulang dari Jakarta, aku langsung menata mesin baruku itu. Aku mencari settingan yang pas, memodifikasinya sedikit untuk menyempurnakan kerjanya, lalu mulai membuat sample produk untuk dipajang di etalase tokoku. Aku bersyukur di hari pertama mesin itu beroperasi, sudah ada orderan masuk. Beberapa hari kemudian bahkan sudah ada pesanan massal untuk sebuah kantor pemerintah. Aku berharap orderan bakal terus berdatangan supaya cepat mencapai BEP. Setelah itu aku ingin berinvestasi lagi dengan membeli mesin produksi yang lain lagi yang memang sangat kubutuhkan.

Meski ada kemajuan besar di bidang bisnis offlineku, namun ada kemandegan di bisnis onlineku. Penyebabnya bukan sesuatu yang negatif sebenernya. Kemandegan itu disebabkan karena memang bisnis offlineku sedang banyak sekali orderan. Aku masih mengkalkulasi hitungan waktu dan biaya untuk bisa mulai menambah karyawan yang khusus menangani pekerjaan yang selama ini kukerjakan sendiri. Dulu pernah beberapa kali punya karyawan, tapi karena bidang produksiku terlalu luas sementara omsetku masih biasa saja, kalkulasinya jadi agak kacau untuk menggaji karyawan tetap. Target utamaku sekarang ini menggenjot omset usahaku pada divisi-divisi yang masih belum maksimal sehingga bisa segera menggaji karyawan khusus di bidang itu dengan upah yang memadai. Entah mengapa aku tidak tega kalau menggaji karyawan di bawah standar hidup daerahku seperti yang dilakukan oleh beberapa toko dan lembaga di kotaku.

Bulan Maret, aku menargetkan omsetku meningkat bersamaan dengan peningkatan laba usahaku. Beberapa hari yang lalu aku melakukan sedikit competition spying dan menemukan fakta yang mengejutkan karena ternyata untuk produk yang sama dengan produkku, kompetitorku menjualnya dengan harga yang hampir dua kali lipat dari harga jualku dan tetap menarik pembeli karena waktu penyelesaiannya yang sedikit lebih cepat. Aku berencana membuat penyesuaian harga yang tetap di bawah harga kompetitorku namun menawarkan value yang lebih besar daripada kompetitorku. Dalam test pasar yang kulakukan dua minggu ini, aku menemukan fakta bahwa orang rela membayar jauh lebih mahal untuk sesuatu yang memang jauh lebih baik dari segi kualitas maupun jangka waktu penyelesaiannya.

Berikutnya, aku menargetkan di bulan Maret aku akan sudah menyelesaikan produk pertamaku yang akan kuluncurkan untuk market luar negeri. Demi mencapai target ini, aku rela membayar harga dengan mengorbankan salah satu kebiasaanku yang meski tidak banyak memakan waktu namun memakan banyak energi dan fokusku. Plus, ini harga yang ingin aku bayarkan untuk mewujudkan targetku yang lain yaitu untuk segera memiliki momongan. Ini bulan ketiga sejak terapiku Desember lalu. Seharusnya di bulan Maret ini aku akan mendapatkan hasilnya. Seluruh energi dan fokusku di luar jam kerja akan kukerahkan untuk… menghamili istriku. Hehehe

O ya, di bulan Februari ini aku dapet bonus tak terduga dari adf.ly. Salah satu blog yang sudah kulupakan ternyata memberiku penghasilan dollar pertama dari adf.ly. Gak banyak sih, cuma $9. Tapi lumayan lah buat beli domain. Hehe. Bulan ini masih dapet pendapatan lagi $12. Not bad lah buat sesuatu yang sama sekali gak ngapa-ngapain. Lah blog aja udah dilupain, eh malah menghasilkan. Lumayan buat tabungan bayar hosting. Hehe..

Sekian evaluasi bulan Februari 2013. Kuharap bulan Maret bakal jauh lebih baik lagi. Senang lho kalo tiap evaluasi bulanan selalu ada yang meningkat. Hidup rasanya jadi tidak sia-sia :) blog-statistik

Kesabaran, persistensi dan kerja keras adalah kombinasi yang tak terkalahkan untuk sukses

SOP Pola Yang Berhasil Mewujudkan Impian Menjadi Kenyataan

Aku punya banyak impian, target yang ingin kucapai. Barang-barang yang ingin kumiliki, kondisi yang ingin kualami, hal-hal yang ingin kuberikan. Hingga saat ini, ada sebagian yang sudah tercapai, ada yang sedang dalam proses pewujudan, dan ada pula yang gagal tercapai. Aku belajar untuk melakukan test dan ukur, mengamati pola-pola yang membawaku kepada keberhasilan dan juga pola-pola yang membuatku gagal dalam mewujudkan impian. Berikut adalah rangkuman dari sebagian pembelajaranku tentang pola-pola yang berhasil mengubah impianku menjadi kenyataan plus beberapa pelajaran yang menggagalkan sebagian pencapaianku.

Pola proses yang berhasil mewujudkan impian menjadi kenyataan

1. Keinginan

Semuanya berawal dari sebuah keinginan. Keinginan untuk berubah, keinginan untuk mendapatkan sesuatu, keinginan untuk sesuatu yang lebih dari yang kumiliki saat ini. Orang bilang, keinginan adalah sumber penderitaan. Aku memahami itu, namun tidak sepenuhnya setuju. Menurutku, yang menjadi sumber penderitaan adalah keinginan yang tidak disadari. Kalau keinginan itu diciptakan dengan penuh kesadaran, maka keinginan itu tidak akan membawa penderitaan. Kuncinya adalah senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang ini, sambil terus berusaha mewujudkan apa yang kita inginkan terjadi pada diri kita.

Nah, darimana datangnya keinginan? Yang kualami dan kupelajari, keinginan timbul dari sebuah kemuakan terhadap sesuatu yang kita alami atau yang kita miliki. Waktu dulu aku naik tangga ke lantai dua rumahku dan merasa sangat menderita karena berat badanku yang berlebih, aku muak pada keadaan itu dan berkata, “Cukup. Ini sudah keterlaluan. Aku ingin menurunkan berat badanku. Aku ingin sehat, aku ingin punya berat badan dan bentuk tubuh yang ideal, yang membuatku nyaman dan percaya diri.”

2. Keputusan

Dalam penjelasan tentang keinginan tadi secara tidak langsung sebenarnya aku sudah menyinggung tentang keputusan. Keputusan adalah hal yang membedakan antara berangan-angan dengan benar-benar menginginkan sesuatu. Banyak orang yang ingin kaya, ingin kurus, ingin bahagia, ingin punya sesuatu, tapi tidak pernah mengambil keputusan, “Ya, aku benar-benar menginginkan hal itu.”

3. Pengetahuan teknis

Untuk menuju New York, kita perlu memiliki pengetahuan teknis tentang bagaimana cara menuju ke tempat itu. Naik apa, biayanya berapa, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dll. Demikian juga ketika kita ingin mewujudkan sebuah impian menjadi kenyataan. Kita perlu peta jalannya, pengetahuan teknis mengenai bagaimana cara kita bisa mencapai tujuan kita itu. Cara yang sulit untuk mendapatkan pengetahuan teknis adalah dengan menjalani sendiri semuanya, mencatat cara-cara yang berhasil dan cara-cara yang tidak berhasil, lalu meneruskan cara-cara yang berhasil. Cara ini tidak salah, namun bisa sangat memakan waktu yang berharga. Cara yang lebih mudah adalah dengan membaca lewat buku atau tulisan tentang pengalaman orang yang sudah berhasil di bidang yang kita inginkan itu. Misalnya kalau saya ingin ke backpaker-an ke New York, saya bakal cari buku tentang cara backpaker bepergian ke New York, atau saya cari di internet pengalaman orang-orang yang sudah pernah backpaker-an ke New York.

Nah ada cara yang paling mudah untuk memiliki pengetahuan teknis, yaitu dengan memiliki seorang mentor. Mentor adalah seseorang yang memang ahli di bidang itu, yang mau mengajari kita tentang bagaimana cara supaya kita juga sukses di bidang itu. Dulu waktu saya mau menurunkan berat badan, kebetulan saya bertemu dengan Denny Santoso di Twitter. Entah bagaimana, sepertinya kehidupan cenderung untuk mempertemukan saya dengan orang-orang yang tepat ketika saya sedang membutuhkan mereka. Denny Santoso adalah seorang fitness enthusiast, distributor suplemen fitness Ultimate Nutrition, penulis beberapa buku tentang diet, dan pemilik website DuniaFitnes.com. Lewat twitter, saya belajar banyak dari Denny Santoso tentang cara yang benar dan efektif untuk menurunkan berat badan.

4. Tindakan yang persisten

Keinginan, keputusan, pengetahuan, tidaklah berguna tanpa tindakan yang persisten. Knowledge is NOT power. Applied knowledge is. Seperti Bruce Lee bilang,

Knowing is not enough, we must apply. Willing is not enough, we must do.

Kalau di Alkitab, ada ayat yang bilang,

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Kesabaran, persistensi dan kerja keras adalah kombinasi yang tak terkalahkan untuk sukses

Kesabaran, persistensi dan kerja keras adalah kombinasi yang tak terkalahkan untuk sukses

Nah, kasih adalah tindakan itu. Hal yang paling besar pengaruhnya terhadap terwujud atau tidaknya impian kita adalah ada tidaknya tindakan, tepatnya tindakan yang persisten. Persisten artinya terus menerus, tidak kenal menyerah, tidak mau berhenti. Persistensi adalah hal yang membedakan antara orang yang berhasil dengan orang yang gagal. Tantangan terberat ketika kita ingin melakukan sesuatu adalah ketika kita akan memulainya. Ada hal yang membuat kita malas bergerak, karena sesuatu yang akan kita lakukan itu berada di luar zona nyaman kita. Tapi, aku belajar bahwa cara terbaik untuk mengalahkan sifat suka menunda-nunda adalah dengan langsung saja melakukannya. Just Do It, kalo kata Nike. Begitu kita memulainya, kita akan menciptakan momentum yang membuat kita terus bergerak. Penelitian menemukan bahwa kita manusia memiliki kecenderungan untuk menyelesaikan apa yang sudah kita mulai. Karena itu, mulailah sekarang  juga.

Tindakan yang persisten juga berarti kita secara sadar mengalokasikan waktu, tenaga dan mungkin juga uang untuk mewujudkan impian kita menjadi kenyataan. Waktu dulu aku ingin menurunkan berat badanku, aku mendaftar menjadi member di gym, kemudian aku rutin ngegym seminggu lima kali. Pola makanku juga mengikuti apa kata Denny Santoso. Hasilnya, beberapa bulan kemudian, berat badanku turun 12 kg dan lingkar perutku berkurang 15 cm. Efek sampingnya, aku harus beli baju baru dan mempermak baju-baju lamaku karena ukuran bajuku sudah turun dari XL menjadi L.

Untuk menjaga persistensi kita, maka kita perlu untuk terus melihat tujuan akhir kita. Impian kita harus lebih besar dari hambatan dan tantangan yang kita hadapi, sehingga kita bakal selalu bisa melihat impian kita itu tanpa terhalangi tantangan-tantangan di depan mata kita.

Beberapa pelajaran dari kegagalan

Berikut adalah beberapa hal yang harus kita mengerti, supaya kita tidak kaget ketika hal itu terjadi pada kita.

1. Shit happens

Ya, kadang ada saja hal yang terjadi yang menghambat kita mencapai tujuan kita. Hal yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah hal yang membuat ras manusia sanggup bertahan dalam jutaan tahun evolusi kehidupan di bumi: beradaptasi. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, ubah pendekatannya, jangan turunkan targetnya.

2. Perubahan lingkungan sosial

Ketika kita memiliki tujuan yang ingin kita capai, seringkali itu membuat kehidupan sosial kita berubah. Kita tidak lagi nongkrong dengan teman-teman kita yang biasanya, kita tidak lagi buang-buang waktu bersama teman-teman kita biasanya, dll. Itu membuat kita kadang dicap aneh, berubah, anti sosial dan segala macam stempel sosial lainnya. Santai saja. Ini memang tidak terelakkan. Jangan takut berbeda. Apalagi menurut survei, hanya 2% orang yang memiliki tujuan yang pasti dalam hidupnya. Jadi kalau ada yang bilang kita aneh karena kita berbeda, sebenarnya justru merekalah yang aneh karena mereka semua terlihat sama. Hahaha

Kadang ada kalanya pula kita merasa kesepian, karena tujuan kita berbeda dengan mayoritas teman-teman kita. Kalau ini yang terjadi pada diri kita, yang perlu kita lakukan adalah mencari komunitas atau teman-teman yang memiliki minat dan tujuan yang sama dengan kita. Don’t worry, kehidupan punya caranya sendiri untuk mempertemukan kita dengan orang-orang yang tepat yang sejalan sepikiran dengan kita. Like attracts like. Yang sefrekuensi akan saling tarik menarik dan berkumpul.

3. Penolakan dari lingkungan

Adakalanya tujuan yang kita inginkan tidak sejalan dengan keinginan orang lain terhadap diri kita. Karena itu kita harus bijak, memilah dan memilih mana hal-hal yang akan kita bagi dengan orang-orang di sekitar kita dan kapan waktu yang tepat untuk mengatakannya. Misalnya kalau kita masih kuliah, padahal kita sebenernya ingin berwirausaha, jangan langsung bilang pada orangtua kita bahwa kita mau berhenti kuliah dan pengen jualan. Temen saya pernah begitu, dan orangtuanya marah-marah. Hahaha.

Ada hal-hal yang memang harus kita ungkapkan pada waktunya, namun tidak semua hal perlu kita bagikan kepada orang lain. Selain untuk meminimalisir penolakan dari orang-orang terdekat kita, juga untuk mencegah kebocoran energi dalam diri kita. Setiap kata yang terpikirkan, apalagi yang tertulis atau terucap, memiliki energi. Kalau kita tidak bijak mengelolanya, energi kita bakal habis sia-sia. Kalau kita punya impian yang besar, cara terbaik untuk mengatakannya kepada orang lain adalah dengan mewujudkannya terlebih dahulu.

Wis. Udah. Kayaknya itu dulu catatanku. Catatan yang berguna buatku, dan semoga berguna juga buat anda semua yang membacanya.

Punya pengalaman atau pelajaran yang ingin dibagikan juga? Silakan dibagikan di kolom komentar yah! Saya tunggu lho :)

sang-waktu

Solitude 06022013

Mereka yang tidak mengenal dirinya sendiri, dikutuk untuk hidup dalam penjara pikirannya sendiri, mengharapkan surga yang tak pernah ia lihat, bergemeretuk ketakutan membayangkan neraka yang tak pernah ia cecap. Ketika Anak Sulung kesadaran membukakan mata mereka, pikiran mereka telah terlalu kuat untuk menangkap pesan kebebasan yang disampaikan Sang Putra. Alih-alih mereka menjadi makhluk-makhluk merdeka, mereka lebih memilih untuk tetap hidup dalam alam imajinasi mereka. Alam tempat di mana mereka merasa cukup puas dengan menggenggam harapan mereka terhadap surga sambil tetap memelihara ketakutan mereka terhadap neraka. Alam tempat mereka memenjarakan diri dalam penjara pikiran mereka sendiri, meski kunci surga sebenarnya sudah digantungkan di depan mata mereka.

Kadangkala aku protes terhadap Sang Waktu, mengapa membiarkan mereka terjerembab dalam lumpur hisap, tenggelam dalam pusaran air yang menarik mereka tenggelam jauh lebih dalam ke dalam alam nir sadar. Aku protes mengapa Sang Waktu tak mengulurkan tangan-Nya untuk menolong mereka keluar dari kegelapan. Aku protes, sampai suatu saat aku sadar, bahwa nama-Nya adalah Sang Waktu. Ketika itulah Dia tersenyum padaku dan berkata, “Aku mencintai mereka, sama seperti Aku mencintaimu. Mereka adalah anak-anak-Ku, sama seperti kamu adalah anak-Ku. Aku adalah bagian dari diri mereka, sama seperti Aku adalah bagian dari dirimu. Mereka adalah bagian dari diri-Ku, sama seperti kamu adalah bagian dari diri-Ku. Aku bukan tidak menolong mereka. Aku sudah menolong mereka. Aku selalu menolong mereka, meski seringkali tidak dengan cara yang mereka inginkan. Yang harus mereka lakukan hanyalah mendiamkan tubuh dan pikiran mereka, menyadari bahwa Aku selalu ada di dalam diri mereka. Kebisingan pikiran merekalah yang membuat mereka tidak mendengar suara detik jarum jamku, jarum jam Sang Waktu.”

Lalu aku tertunduk, malu, sadar. Aku memeluk keheningan-Nya dan melepas-Nya. Aku membiarkan diriku tenggelam dalam diri-Nya, dan Ia menghanyutkanku dalam samudera maha luas di mana bumi adalah debu dan manusia adalah bagian dari sebuah sistem maha agung sekaligus sebuah sistem semesta-semesta kecil yang terkandung di dalam dirinya.

Alif lam mim. Alfa omega. Yang awal dan yang akhir. Semesta tak bertepi, Sang Waktu yang tak berujung. Putaran keabadian.

sang-waktu

Gambar dipinjam dari www.fengshuiliving.com.au/2013-the-year-of-the-snake/

Evaluasi Bulan Januari 2013

Januari 2013 aku memasang satu target besar, yaitu launching produk perdanaku di market luar negeri. Sayangnya target itu meleset karena beberapa hal berikut:

  1. Istriku sakit, mondok selama 4 hari di Klinik Budi Sehat karena diare yang disebabkan infeksi saluran pencernaan. Terpaksa aku sama sekali tidak bisa bekerja. Bahkan kerjaan harianku pun keteteran.
  2. Technical knowledgeku masih belum mumpuni. Sekarang sudah semakin lancar, namun karena masih mengandalkan Google untuk belajar maka aku harus mengerjakan proyekku itu sambil belajar pelan-pelan.
  3. Kerjaan harianku makin ramai. Meski sebagian besar pekerjaan sudah kuselesaikan jauh sebelum waktu deadline, ternyata orderan terus berdatangan yang membuatku terpaksa mendahulukan kerjaan harian itu dan menunda proyek pribadiku.

Hal-hal tersebut membuatku belajar banyak, namun tidak memundurkan niatku untuk segera launching produk perdanaku. Langkah berikutnya yang aku ambil untuk memuluskan pencapaian targetku itu adalah:

  1. Aku tidak memasang deadline exact, harus launching bulan ini atau bulan kapan, yang penting dalam tahun 2013 ini. Selain aku sudah menemukan ritmeku untuk terus membuat progress, aku ingin pikiran bawah sadarku mengaitkan kesuksesan dengan making progress, bukan dengan pencapaian target sebelum deadline. Ini membuatku merasakan kesuksesan setiap kali aku membuat progress dan bukan merasakan kegagalan pada saat targetku meleset di luar deadline.
  2. Fokus pada hal-hal yang paling utama. Desain memang tentang detail, namun detail tak berguna tanpa fungsi utama yang berjalan terlebih dahulu.
  3. Hanya belajar hal-hal yang sedang kubutuhkan. Knowledge overload justru bisa jadi bumerang, terlalu banyak tahu malah jadi kehilangan banyak waktu.
  4. Beli alat produksi yang mempercepat pengerjaan order harianku. Februari ini rencananya aku akan membeli alat itu di Jakarta, sambil tilik Sherine yang makin menggemaskan. Alat itu cukup mahal, harganya cukup buat uang muka rumah. Tapi seperti yang diajarkan ibuku, prioritaskan beli alat produksi dulu. Alat itu nantinya bisa memangkas waktu pengerjaan orderan harianku dari rata-rata seminggu menjadi sehari, maksimal dua hari. Dengan begitu, aku berharap aku memiliki 15 hari penuh dalam sebulan untuk mengerjakan proyek pribadiku.

Ini sudah hari ke dua bulan Februari 2013. Bulan pendek yang hanya memiliki 28 hari. Berarti tinggal 26 hari lagi yang bisa kumanfaatkan untuk bekerja di bulan ini. Semangat!

rumah-jogja

Kenikmatan Sesaat, Penderitaan Yang Amat Sangat Menyakitkan

Bukan. Ini tidak ada hubungannya dengan tulisan tentang coli kemarin. Ini tentang kebiasaan yang lain lagi. Kebiasaan menginginkan kenikmatan instan.

Terkadang, malah seringnya, sesuatu begitu menarik perhatian karena memberikan kenikmatan instan. Padahal ketika sesuatu itu mengalihkan perhatian dan fokus kita dari sesuatu yang jauh lebih berharga yang memberikan kenikmatan yang lebih besar di masa yang akan datang, ia sebenarnya justru berbahaya. Kalau kata musuhnya si Midun, nikmat membawa sengsara.

Ambil contoh misalnya 9gag. Situs gambar lucu itu seringkali begitu enganging-nya, memberikan kenikmatan yang sangat kuat dengan kelucuan-kelucuannya, namun tanpa sadar tiba-tiba jarum pendek pada jam dinding sudah bergeser satu angka bahkan lebih. Demikian juga dengan situs-situs berita, social media semacam facebook dan twitter, juga situs-situs porno. Semuanya membawa kenikmatan instan yang membuat kita tenggelam dalam jebakan pasir hisap waktu kita.

Ini berbahaya.

Jadi, perlu solusi untuk menghilangkan kebiasaan ini. Caranya adalah dengan mengubah asosiasi hal-hal tadi dari memberikan kenikmatan sesaat menjadi mengakibatkan kerugian yang sangat besar, penderitaan yang amat sangat menyakitkan, bukan cuma di masa depan, tapi juga di masa kini dan seterusnya. Mengakibatkan penderitaan yang amat sangat menyakitkan di masa kini, karena seharusnya kita bisa mendapatkan kenikmatan yang lebih besar ketika kita melakukan hal-hal yang sesuai dengan passion kita yang mengarah kepada kenikmatan yang luar biasa besar ketika impian-impian kita terwujud.

Jadi segala macam hal yang membawa kenikmatan sesaat itu sebenarnya adalah sesuatu yang mengakibatkan kerugian yang amat sangat besar, penderitaan yang amat sangat menyakitkan di masa kini karena memakan habis waktu kita yang seharusnya bisa memberikan kenikmatan untuk mengembangkan passion kita.

Remember, kenikmatan sesaat = penderitaan yang amat sangat menyakitkan di masa kini. Bukan di masa yang akan datang, tapi di masa kini, sekarang dan di sini.

Ingatlah ini, melakukan hal-hal yang menjadi passion kita, yang seturut dengan tujuan besar kita, impian-impian kita, diri kita di masa yang akan datang, adalah sebuah kenikmatan yang sangat besar, sangat nikmat dan sangat luar biasa, saat ini juga.

Lakukan passion kita full time, karena kita cuma punya satu detik dalam setiap detik. Setiap detik yang terbuang percuma untuk kenikmatan sesaat adalah penderitaan yang amat sangat menyakitkan. Setiap detik yang termanfaatkan dengan baik adalah kenikmatan yang sangat menyenangkan, di masa kini dan diakumulasikan menjadi kenikmatan yang sangat besar di waktu yang akan datang.

rumah-jogja

sperma

Coli or not coli, that’s NOT the question

Warning: posting ini bakalan berisi hal-hal yang TMI (Too Much Information) dan khusus dewasa. Kalau anda belum dewasa atau tidak ingin mengetahui hal-hal yang sangat pribadi tentang diri saya, silakan berhenti membaca di sini dan tutup jendela browser anda. 

Coli. Sebuah aktivitas pria yang biasanya dilakukan untuk melepaskan tekanan naluri seks dari dalam diri yang berujung pada orgasme, puncak kenikmatan seksual yang ditandai dengan muncratnya sperma dari lubang kencing di ujung penis.

Tapi kita gak akan ngomongin soal coli. Juga gak akan ngajakin coli bareng-bareng. Saya cuma mau curcol tentang coli.

Saya punya masalah soal coli ini. Bukan, saya tidak (lagi) punya kebiasaan coli. Selain karena saya sudah punya istri yang artinya saya tidak harus menggunakan tangan saya untuk bisa mendapatkan kepuasan seksual, saya juga sudah menjalani terapi dengan hipnosis yang membuat kebiasaan coli saya hilang. Total? Tidak. Program yang ditanamkan dalam pikiran bawah sadar saya adalah, saya hanya bisa coli dalam tiga kondisi:

1. ketika istri saya sedang datang bulan

2. ketika istri saya sedang sakit

3. ketika salah satu antara saya atau istri saya sedang berada di luar kota

Selebihnya daripada itu, saya tidak bisa coli. Ya, saya ulangi lagi, TIDAK BISA. Bukan tidak mau, tidak ingin atau tidak boleh, melainkan TIDAK BISA. Heran? Saya sendiri juga heran. Tapi itulah yang terjadi pada saya. Tiap kali saya mau coli, saya hanya bisa membuat penis saya ereksi namun otak saya tak pernah mau melepaskan zat yang membuat saya merasakan kenikmatan dan akhirnya orgasme. Itulah dahsyatnya efek kerja pikiran bawah sadar. Dulu pikiran bawah sadar saya yang membuat saya memiliki kebiasaan coli, sekarang pikiran bawah sadar saya pula yang membuat saya tidak mampu coli.

Hal ini membawa beberapa dampak bagi saya. Dampak positifnya, saya jadi lebih intens dalam berhubungan seks dengan istri saya. Bagaimana tidak, biasanya kapan pun kepengen merasakan kenikmatan seksual, saya tinggal coli di kamar mandi. Sekarang, saya harus menunggu waktu untuk saya bisa berhubungan seks dengan istri. Sekalinya bercinta, pasti abis dah tenagaku. Biasanya jadi ngantuk pol seharian. Hehe

Dampak negatifnya ya itu, saya tidak bisa mendapatkan kenikmatan seks kapanpun saya mau. Meskipun istri saya adalah seorang ibu rumah tangga, tapi ia tetap punya kesibukan di toko kami. Jadi aku harus menahan gairah seksku hingga mendapat waktu yang cukup leluasa untuk bercinta dengan istriku di kamar. Quickie? Pernah juga. Tapi tidak senikmat kalo bercinta di waktu khusus. Maklum, perempuan itu kayak mesin diesel. Manasinnya butuh waktu lama. Sementara pria itu kayak mesin matic. Tinggal starter langsung tancap. Haha

Kondisi itupun masih ditambah lagi kalau istriku tidak merasa capek. Kalau ia sedang capek, aku tidak tega untuk memaksanya berhubungan seks. Kalau sudah begitu, aku cuma bisa manyun, dengan nafsu yang sudah meronta-ronta tanpa bisa disalurkan. Untung tidak sampai mimisan.

Yah, begitulah. Kini bagiku, coli or not coli, that’s not the question. The question is, mau dikemanain ini dorongan seksku yang bergejolak? Punya rumah dan bisnis sendiri pun nampaknya masih tetap tidak bisa main hajar kapanpun dan di manapun. Pada waktu aku sudah punya rumah dan bisnis sendiri, istriku sedang hamil. Ketika udah melahirkan bakal ada anggota keluarga lain yang ikut tinggal di rumahku. Entah itu Mamak atatu Mama, atau Bulik, atau entah siapa yang bakal ikut momong anakku dan mengajari aku dan istriku cara-cara ngopeni anak. Mungkin ada juga pembantu yang ikut meringankan beban pekerjaan rumah tangga. Nah kalau sudah begitu, makin kecillah kemungkinan untukku bisa bercinta setiap hari.

Now let’s hope hal ini tidak membawa permasalahan baru. Menahan nafsu seks itu lebih tersiksa daripada menahan pipis atau menahan be’ol. Pipis mungkin masih bisa ngompol, be’ol mungkin masih bisa di celana, tapi kalau coli saja tidak bisa, semoga sperma di dalam testisku tidak berubah jadi kodok.

sperma

Kartun bikinan Whyatt (www.whyatt.com.au)

Kalender bugil 2013, bisa dibeli di Amazon :D

Bagaimana di Tahun 2013?

Sudah beberapa tahun terakhir ini belajar berbagai macam hal, dan satu yang nyanthol adalah tentang tarot. Gak terlalu percaya sih sama yang namanya ramalan, tapi kadang beberapa orang memang memiliki semacam gift untuk membaca hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan. Salah satunya Joscev Audivacx alias Mas Audi. Beliau adalah seorang psikolog, dosen fakultas psikologi di Surabaya dan seorang pembaca kartu tarot.

Setiap akhir tahun, Mas Audi selalu menulis catatan di Facebooknya tentang pembacaan apa yang akan terjadi dalam kehidupan seseorang berdasar kartu tarot. Pembacaan tarot Mas Audi sepertinya satu-satunya “ramalan” yang masuk akal dan bisa saya terima karena didasarkan pada psikologi ilmiah seperti archetype, collective unconscious, dan synchronicity seperti yang dikenalkan oleh Carl Jung. Selama beberapa tahun, apa yang dibaca oleh Mas Audi cocok dengan apa yang terjadi dalam hidup saya. Jadi tidak ada salahnya juga saya melanjutkan tradisi pembacaan tarot oleh Mas Audi ini tahun ini. Dan inilah yang dibaca oleh Mas Audi untuk tahun 2013, untuk kategoriku, kategori IV:

Five-of-SwordsJusticeThe-Fool

4. The Fool – Justice – Five of Swords

Tahun 2013 adalah tahun awal yang baru, sekaligus tahun berputarnya apa yang memang harus berputar. Tahun keseimbangan. Kembali ke titik imbang dan nol. Tahun ini adalah pembayaran dari apa yang sudah Anda tanam atau tabung di masa-masa sebelumnya. Ada sesuatu yang akan terjadi tanpa Anda duga atau deteksi, yang kemudian seakan membayar apa yang sudah Anda berikan, atau sebaliknya, menagih imbalan dari apa yang sudah Anda nikmati.

Dalam hal relasi, tahun ini adalah tahun di mana banyak teman Anda tanpa Anda sadari (dan mungkin tanpa mereka sadari juga) memberikan ‘ganjaran’ kepada Anda. Bisa tanpa disadari, ternyata ada orang yang memperhatikan hal-hal baik yang selama ini Anda lakukan, dan kemudian mengajak Anda untuk terlibat dalam suatu pekerjaan yang memberikan keuntungan atau kebahagiaan pada Anda. Bisa juga, tanpa Anda sadari, ada yang mengawasi hal-hal negatif yang selama ini Anda lakukan dan berusaha tutupi, namun di tahun ini orang yang mengawasi itu akan menjadi kunci bagi kejatuhan Anda serta terbongkarnya apa yang Anda tutupi. Dalam relasi asmara, tahun ini adalah awal sebuah relasi. Jika Anda belum memiliki pasangan, di tahun ini mungkin Anda akan memulai suatu hubungan. Jika Anda telah memiliki pasangan, maka ada ‘sesuatu yang baru’ dalam relasi Anda. Bisa relasi itu dimaknakan secara baru, bisa munculnya ‘orang lain’ di antara relasi Anda.

Dalam bisnis dan keuangan, tahun ini adalah tahun keberuntungan. Banyak hal yang tak terduga akan muncul, bahkan peluang, proyek, atau tawaran pekerjaan yang sebelumnya terpikirkan pun tidak. Tahun ini juga ujian bagi keserakahan, apakah Anda akan terjebak menjadi serakah, atau Anda masih bisa melihat mana yang memang menjadi porsi untuk diambil mana yang tidak.

=========================================

Pembahasanku:

Tahun 2013 memang akan menjadi tahun awalku yang baru, tahun berputarnya apa yang memang harus berputar. Aku sudah belajar begitu banyak, dan tahun 2013 aku akan mencurahkan seluruh usahaku untuk mewujudkan hal-hal yang kuinginkan. Aku bersyukur tahun 2012 ini menempaku, membentukku menjadi manusia yang utuh. Konflik dalam diriku sudah terselesaikan, pendaman bara api emosi kemarahan sejak puluhan tahun lalu sudah terpadamkan, kini aku telah menjadi manusia baru. Kerja kerasku dan belajarku akan membayar hasilnya pada tahun 2013 ini.

Orang-orang lain tidak berada dalam kontrol diriku. Karena itu, aku akan siap menerima apa saya yang terjadi di luar diriku dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk membuat segala sesuatunya menjadi baik bagi diriku dan keluargaku.

Dalam relasi asmara, memang akan ada sesuatu yang baru dalam relasiku dengan istriku. Kami sedang menunggu kehadiran seorang anak lahir dalam keluarga kami. Bila semua berjalan sesuai rencana, maka anak ini akan lahir pada tahun 2013. :)

Dalam bisnis dan keuangan, tahun 2013 ini adalah tahun keberuntunganku. Rencana-rencana sudah kususun dan sudah mulai kujalankan. Tahun 2013 adalah tahun di mana 9 pintu rejeki dibukakan bagiku. Namun ini juga sekaligus ujian bagiku, apakah aku akan tetap menjadi aku yang sekarang ataukah uang akan mengubahku menjadi orang yang lain. So far sih, oke saja. Motivasi utamaku mengumpulkan kekayaaan adalah untuk bisa memberi lebih banyak, bukan supaya bisa memiliki lebih banyak harta kekayaan semata. Jadi uang hanya akan menambahkan kapasitasku tanpa mengurangi kualitasku.

Begitulah. Kalau kamu juga ingin membaca catatan lengkap pembacaan tarot untuk tahun 2013 oleh mas Audi, kamu bisa baca di sini : 2013.

Selamat tahun baru 2013!

Kalender bugil 2013, bisa dibeli di Amazon :D

Kalender bugil 2013, bisa dibeli di Amazon :D