Posted by: g o b e r on: Desember 10, 2008
Ini adalah blog milik Berlin Sianipar, seorang pejantan tangguh bertubuh atletis tambun, tinggi besar dan berambut gondrong namun berhati romantis selembut sutra secerah mentari yang mencoba untuk menuliskan apa saja yang dia ingin tuliskan tentang kehidupannya, pengalamannya dan pelajaran-pelajaran kehidupan yang sudah didapatkannya selama 25 tahun dia hidup dan ingin dibagikannya kepada Anda sekalian sehingga semoga Anda bisa tersenyum, berrefleksi dan belajar menjadi manusia baru yang lebih hancur bijak dan lebih romantis.
Satu paragraf yang hanya berisi satu kalimat ancur yang sedikit banyak bisa menggambarkan diriku dan semoga membuat blog ini naik di peringkat paling atas untuk Google search dengan keyword “Berlin Sianipar”. Semoga. Note: SUDAH BERHASIL !
Google aja Berlin Sianipar tanpa tanda kutip
Note2: Bah, ternyata susah juga bertahan jadi nomor satu. Sekarang udah ngilang lagi gak tau di nomor berapa. Hehe…
Untuk mengetahui diriku lebih lanjut, silakan klik di sini. Untuk mengetahui diriku lebih dalam, silaken lapur dulu ke Pak RT, minta surat ijin bermalam. Sebab apabila anda tidak mempunyai surat ijin bermalam dan anda dilihat dan diketahui oleh masyarakat bahwa anda bermalam di kediaman saya, maka kita bisa diarak bugil keliling desa lalu langsung dibawa ke hadapan penghulu untuk dinikahkan. Anda bisa menyesal kalau ternyata saya tidak seperti yang anda inginkan, dan saya bisa lebih menyesal kalau ternyata Anda adalah lelaki yang mempunyai pedang panjang sama seperti saya.
Terima kasih.
TULISAN SAYA, AKAN MENUNTUN ANDA KE JALAN YANG BENAR…*
+++
Added (ini serius) : Buat mbaca2 postingan lamaku yang nggak penting, silakan menuju ke bagian Arsip Tulisanku di halaman ini bagian kanan agak ke bawah. Bawah, bawah, bukan sini. Nha situ itu. Ada kan? Arsip Tulisanku Di Sini judulnya. Dikelompokkan berdasarkan bulan. Angka di belakang nama bulan itu jumlah postingan bulan itu. Klik aja salah satunya, sampeyan bakal dibawa ke neraka jahanam bagian arsip blog ini. Nah di situ sampeyan bakal liat postingan2 lamaku satu per satu, tapi dalam bentuk summary, bukan full text. Aku belom tau gimana caranya nampilin arsip tulisan secara fulltext. Sementara ini, kalo mau baca tulisan lamaku secara penuh, klik aja di JUDULnya, karena theme yang kupakai ini Read More tagnya bukan berbentuk link tapi cuma [...] doang. Thanks udah mau ngebaca bagian yang nggak penting ini. Semoga besok Anda diterima di sisi-Nya. Besok kalo udah mati maksudnya.
Posted by: g o b e r on: November 20, 2009
Ada empat ruang di jantungku
Satu ruang untuk diriku,
satu ruang untuk Tuhanku,
satu ruang untuk ibuku
Kusisakan satu ruang di jantungku untukmu,
agar kelak ketika kita kembali bertemu
kau bisa menemuiku di situ
memeluk mencium mencumbuku sepuasmu
Kusebut ruang itu sebagai ruang rindu…

Posted by: g o b e r on: November 20, 2009
Pelajaran apapun bisa didapat kapanpun, di manapun. Seperti tadi, pagi-pagi aku sudah mendapat satu pelajaran lagi tentang bisnis. Begini ceritanya. Jengjeng…
Pagi ini, mesin produksi utamaku mati. Ndak tau kenapa. Bongkar mesin, ternyata ada kabel yang putus. Kusambung, eh ternyata tetep ndak idup. Akupun langsung mencari testpen untuk mengetest kelistrikannya. Apes, ternyata testpenku mati. Langsunglah diriku menuju toko besi. Beh, toko alat listrik maksudnya.
“Mas, ada testpen ?” tanyaku pada si mas penjaga toko.
“Ada, Mas. Dibungkus apa dimakan sini ? jawab si mas.
“”Ada, Mas.” jawab si mas sambil mengambilkan testpen jualannya. Tinggal satu.
Kuamati kemasannya, ada gambar testpennya. Ya iyalah.
Harganya Rp.8.500,- Aku udah mau ngeluarin dompet untuk membayar. Untung aja aku inget untuk selalu mencoba sebelum membeli. Akupun meminta si mas untuk mencobakan testpen itu.
Kemasan dibuka. “LHO ?? Apa ini ?? Kok ada baterainya kecil2 ?” tanyaku heran.
Si mas penjaga tokonya bingung.
“Lho kalo testpen pake baterai, trus besok kalo testpennya mati, gimana caranya mbedain antara baterainya abis ato emang gak ada aliran listriknya ?” tanyaku. Konyol aja menurutku, alat test aliran listrik kok pake baterai ? Hahaha…
Si mas penjaga tokonya bingung. Tapi sebelum dia jongkok, bosnya datang. Aku menanyakan pertanyaan yang sama pada bosnya. “Ini gimana pakenya ? Gimana mbedainnya kalo baterainya abis ato emang ndak ada aliran listrik ?”
Si bos bingung, tapi dia ndak jongkok. Terdiam, berpikir sejenak, si bos pun menjawab dengan bijaknya, “Iya ya ? Gimana caranya ya mas ?”
GUBRAAAAKKKK !!!
Aku pun batal membeli di situ. Pergi ke toko lain, aku mendapatkan testpen yang seperti biasanya, yang ndak pake baterai, dengan harga cuma Rp. 3.000,- Hahaha…
Pelajarannya pagi hari ini adalah :
Seringkali produsen memiliki berbagai ide produk yang menurutnya cemerlang. Akan tetapi, ide cemerlang itu akan menjadi sangat sia-sia apabila ide itu tidak sesuai dengan logika konsumen. Produsen harus selalu ingat dua buah aturan mengenai konsumen :
1. Konsumen selalu benar
2. Bila konsumen salah, silakan baca aturan nomor satu.
Hwahaha…
Produsen harus memiliki kemampuan untuk berpikir dengan cara konsumen. Bila tidak ? Lupakan saja penjualan, apalagi keuntungan. Hahaha…
Konsumen membeli produk hanya jika produk itu masuk di logika mereka, bahkan meskipun harga produk itu tidak masuk akal.
Posted by: g o b e r on: November 19, 2009
( materi siaran renungan pagi Setetes Embun buat besok pagi di Mitra FM 107.7 MHz, Radione Wong Cilik.. )
Selamat pagi, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Kita bertemu lagi dalam program renungan pagi Setetes Embun di Mitra FM ini. Pagi ini, kita akan memulai hari kita dengan merenungkan sebagian dari firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Namun sebelum itu, mari kita persiapkan terlebih dahulu hati kita melalui pujian berikut…
—– ( lagu ) —–
Saudara-saudara sekalian yang dikasihi Tuhan, bagian dari Alkitab yang akan kita renungkan pagi ini adalah Yakobus 4 : 1-17. Saya ulangi, Yakobus 4 :1-17. Mari kita baca bersama-sama..
4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”
4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
4:9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
4:11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.
4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Saudara-saudara sekalian yang dikasihi oleh Tuhan,
Seberapa sering kita melibatkan Tuhan dalam hidup kita ? Setiap saat ? Ataukah hanya ketika kita merasa hidup kita sedang terbeban berat ?
Banyak orang yang ingat akan Tuhan hanya ketika sedang merasa hidupnya berat. Tak jarang, Tuhan hanya menjadi semacam pelarian bagi orang2 yang sedang berada dalam masalah. Begitu masalah2nya selesai, orang lupa lagi pada Tuhan. Besok lagi, kalau ada masalah lagi, baru datang lagi pada Tuhan. Masalah selesai, lupa lagi sama Tuhan. Malahan, ada juga orang yang merasa beban hidupnya teramat sangat berat, lalu menyalahkan Tuhan, katanya, “Tuhan, mengapa Kau berikan cobaan yang teramat berat bagi anakmu ini ?” sambil nangis bombay.
Saudara-saudara sekalian yang dikasihi Tuhan,
Pagi ini, melalui Yakobus 4 : 1-17, kita belajar bahwa manusia memang mempunyai keinginan. Sayangnya, manusia lebih sering dikuasai oleh keinginannya ketimbang menguasai keinginannya. Manusia mengejar segala sesuatunya, untuk memenuhi semua keinginannya. Dan sayangnya lagi, keinginan manusia itu tidak memiliki batas. Pengen punya hape, akhirnya bisa beli hape, lalu pengen punya yang lebih bagus lagi. Malu kalo ada teman yang punya hape yang lebih bagus daripada miliknya. Pengen punya motor, akhirnya bisa beli motor, lalu pengen punya motor yang lebih kencang lagi. Biar nggak kalah kalo kebut2an di jalan. Pengen punya rumah, akhirnya bisa beli rumah lagi, lalu pengen punya rumah yang lebih gede lagi, lebih nyaman lagi, yang ada halamannya luas, ada kolam renangnya, dll.
Manusia selalu punya keinginan, dan keinginan manusia itu tak terbatas. Dan ketika satu persatu keinginannya itu terpenuhi, manusia cenderung menjadi congkak, tinggi hati. Punya hape bagus, bangga. Punya motor bagus, lebih bangga lagi. Punya rumah besar, makin bangga lagi. Lambat laun, perasaan bangga yang bertumpuk-tumpuk ini berubah menjadi kesombongan. Padahal kita tahu melalui bacaan kita pagi ini, bahwa Tuhan menentang orang yang congkak, dan mengasihani orang yang rendah hati. Kerendahan hati adalah salah satu syarat penting untuk kita bisa dekat dengan Tuhan.
Dari bacaan kita pagi ini, kita juga belajar bahwa kita jarang melibatkan Tuhan dalam perencanaan kita. Ketika ada orang yang berdagang, ia merencanakan tahun depan ekspansi bisnis ke luar kota, buka cabang baru, lalu diperkirakan akan mendapat keuntungan sekian-sekian, di mana kita meletakkan Tuhan dalam perencanaan kita ? Sekarang sedang musim persiapan orang mau ikut tes pegawai negeri, orang belajar mati2an, harapannya dia akan diterima sebagai pegawai negeri yang punya gaji tetap, di mana kita meletakkan Tuhan dalam perencanaan kita ?
Seringkali, kita datang pada Tuhan bukan ketika kita merencanakan, tapi ketika rencana kita itu gagal. Kita punya rencana untuk anak kita, biar bisa sekolah tinggi, kita tidak melibatkan Tuhan dalam perencanaan kita, lalu ternyata rencana kita gagal. Anak kita putus sekolah, atau hamil di luar nikah. Kita merasa gagal, baru kita datang kepada Tuhan. Begitu juga dengan rencana2 kita yang lain. Ketika bisnis kita terpuruk, kita baru datang pada Tuhan. Ketika kita tidak diterima ujian saringan masuk PNS, kita baru datang pada Tuhan. Itupun tidak dengan kerendahan hati, tapi dengan perasaan marah pada Tuhan. “Tuhan jahat. Tahukah engkau, Tuhan, aku sudah belajar mati2an. Hidupku dan masa depanku sangat tergantung pada pekerjaan itu, tapi mengapa Engkau tidak ijinkan aku mendapatkan pekerjaan itu?” begitu kata mereka. Orang lupa, bahwa satu syarat untuk mendekat pada Tuhan dan mengerti tentang Tuhan, adalah rendah hati.
Melalui bacaan kita pagi ini, kita juga diingatkan bahwa hidup kita ini memiliki batas waktu. Seringkali, kita merasa perlu untuk bersakit-sakit dahulu untuk mencapai senang kemudian. Kita menyiksa diri kita dengan berbagai macam hal yang tidak menyenangkan yang kita anggap sebagai pengorbanan demi mencapai kebahagiaan. Lagi, kita lupa melibatkan Tuhan dalam perjalanan pencapaian kita. Lalu ketika kita merasa baru saja mencapai puncak kebahagiaan kita, tiba2 kebahagiaan itu direnggut begitu saja dari kita. Ada orang pengen kaya misalnya, ia bekerja siang malam, tanpa peduli batas kesehatannya, dan akhirnya ia memang menjadi kaya. Tapi begitu ia merasa kaya, tiba2 badannya yang sedikit demi sedikit rusak karena terlalu lelah bekerja itu akhirnya benar2 rusak dan harus berobat yang biayanya tidak murah, orang itu menjadi kembali merasa menderita. Lalu datanglah ia pada Tuhan untuk mengeluh, “Tuhan, mengapa sih Tuhan sentimen banget sama aku. Orang baru mau bahagia lalu bersyukur, eh lha kok malah dikasih sakit parah.” Manusia lupa, bahwa manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok.
Saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan,
Beruntunglah kita pagi ini membaca perikop tadi. Kita diingatkan di ayat ke-15 bahwa seharusnya, kita melibatkan Tuhan sejak dalam perencanaan kita. Dalam setiap perencanaan, yakinkan bahwa rencana itu akan terjadi jika Tuhan menghendakinya. Bukan berarti kita pasrah bongkokan pada Tuhan, lalu kita sepenuhnya berserah lalu tidak punya keinginan dan lalu tidak berusaha. Tidak ! Kita diingatkan, bahwa keinginan kita adalah sebuah alat untuk mendorong kita maju dan tumbuh berkembang menjadi lebih baik. Tapi kita juga diingatkan, bahwa apa yang kita rencanakan tidak selalu akan berhasil terjadi persis seperti apa yang kita harapkan. Ada kalanya, rencana kita itu terhambat di tengah jalan, atau malah mungkin gagal sama sekali. Kalau kita melibatkan Tuhan dalam perencanaan kita sejak awal, kita percaya bahwa semuanya yang terjadi atas kehendak Tuhan, kita akan tetap punya harapan. Tuhan kita Tuhan yang baik. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, terjadi untuk suatu alasan yang baik. Dengan syarat, kalau kita punya keinginan untuk maju dan berkembang. Orang malas yang tak punya keinginan maju, silakan ke laut aja.
Kalau kita punya rencana hidup, tujuan hidup yang jelas, lalu kita melibatkan Tuhan sejak perencanaan kita, maka ketika rencana kita itu gagal, kita akan bisa tetap punya pengharapan, karena kita percaya bahwa kegagalan itu terjadi karena rencana Tuhan dan Tuhan punya rencana yang lebih indah daripada rencana kita. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” kata TUHAN melalui Nabi Yeremia. Melalui setiap kegagalan yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan punya rencana yang lebih indah daripada rencana kita. Oleh karena itu, bukalah mata kita, tetap rendah hati, dengarkan suara Tuhan, belajarlah dari setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita. Prasangka baik yang kita miliki terhadap Tuhan, akan memampukan kita untuk terus tegak berdiri. Satu peluang sukses tertutup, seringkali kita terlalu meratapinya sampai kita tidak melihat bahwa pintu2 lain mulai terbuka lebar.
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan,
Pagi ini kita belajar, bahwa adalah suatu hal yang normal manusia mempunyai keinginan untuk tumbuh, maju dan berkembang. Tapi pagi ini kita juga belajar untuk selalu melibatkan Tuhan sejak perencanaan kita, supaya ketika kita mengalami suatu masalah pada rencana kita, kita tak lagi berujar pada Tuhan, “Tuhan, aku punya masalah yang besar” tapi kita akan bisa dengan tegak berdiri dan berkata, “Hai masalah, aku punya Tuhan yang besar !”
Ingatlah selalu, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, terjadi untuk suatu alasan yang baik. Selamat pagi, selamat menjalani hari ini bersama Tuhan.
Sampai bertemu lagi dengan program renungan pagi Setetes Embun besok pagi, di jam dan gelombang yang sama. Tuhan memberkati.
—– ( lagu lagi ) —–
Gambarnya Julia Roberts. Kagak nyambung ya gapapa, wong ini materi buat siaran di radio, jadi gambarnya tetep ndak bakal keliatan. Hahaha..
Oh Tuhan tolonglah, aku cinta, aku cinta, aku cinta diaaa….
Posted by: g o b e r on: November 10, 2009
Seminggu yang lalu, aku niat mau cari hape baru buat menggantikan Nokia 3210 classic-ku yang menggemaskan. Menggemaskan karena selama ini aku pake Sony Ericsson. Menurutku, menu2 di Nokia tu bruwet, rumit, ruwet, enggak simpel kayak Sony Ericsson. Alasan lainnya, aku nggak puas dengan music playernya Nokia. Headsetnya Nokia kan bukan model yang masuk ke lubang kuping itu, jadi suaranya enggak nendang. Udah aku coba pake Bluetooth Headset Sony Ericsson HBH-DS970 tetep aja suaranya enggak nendang. Akhirnya, kuputuskan untuk menjual Nokiaku dan bertobat kembali ke jalan yang benar : Sony Ericsson dengan Walkman Player… ^^
Cari-cari SE yang speknya cocok, aku jatuh hati pada hape keluaran terbaru SE yaitu SE J105 Naite. Layarnya lebih gede, udah ada 3G, Walkman Player 3.0, dan yang bikin aku kepincut : bisa pake memori eksternal microSD hingga 8 GB ! Mantep kan ? Semua musik bisa masuk situ. Haha… Btw, nampaknya SE mulai meninggalkan tipe memori yang selama ini diusungnya yaitu Memory Stick Micro (M2) dan beralih ke format yang lebih populer dan murah yaitu microSD. Aku udah tanya, di Jogja harga microSD 8 GB harganya 255ribu. Tapi ada satu toko online yang njual harganya di bawah 200 ribu. Toko online apakah itu ? Yang ini besok aja, kuceritain… ^^
Cek harga di toko handphone langgananku di Jogja, ternyata SE Naite blom ada. Langsung deh, panjatkan doa pada Yang Maha Tahu : Google. Enaknya berdoa pada google tuh, langsung dijawab. Enggak pake nunggu lama. Hahaha…
Klak klik klak klik browse browse browse, bertemulah aku dengan website kumpulan para pedagang hape di Roxy Jakarta yaitu www.ponseljakarta.com. Di situ, ternyata yang majang jualan SE j105 Naite cuma satu toko yaitu Low Profile Cellular. Ada ikon Yahoo Messenger di sana yang menunjukkan status online. Langsung deh aku chat… Ini transkrip pembicaraanku sama seseorang di ujung sana…
berlin.sianipar: hola.. mau tanya, sony ericsson j105 naite baru harganya berapa ya ? thx.
lowprofile75cellular: 1375
lowprofile75cellular: Mau?
berlin.sianipar: bisa kirim gak ? saya di purworejo, jawa tengah. ongkos kirimnya berapa ?
lowprofile75cellular: Bisa +25
berlin.sianipar: garansi resmi ?
lowprofile75cellular: Ya
berlin.sianipar: kalo sama microSD yang 8 GB, SanDisk, nambah berapa ?
lowprofile75cellular: 8gb=350
berlin.sianipar: klo kirim, nyampenya berapa hari yah ?
lowprofile75cellular: Besok sampai
berlin.sianipar: proses pembeliannya gimana nih ?
lowprofile75cellular: Transfer ke bca 3731155168 mandiri 1170004780896 bni 0139484541. An hernawan dwiputra,st
lowprofile75cellular: Kalo udah transfer sms alamat lkpnya
berlin.sianipar: sms ke mana ?
lowprofile75cellular: 081586999999
berlin.sianipar: eh tadi j105nya warna item kan ?
lowprofile75cellular: Ya
berlin.sianipar: kalo biar bisa dikirim hari ini, batas transfernya jam berapa ya ?
lowprofile75cellular: Jam 5
berlin.sianipar: ok. tp mgkn hpnya aja. nggak pake microSDnya. thx.
lowprofile75cellular: Ok
berlin.sianipar: jd, 1.400 sudah termasuk ongkir kan ya ?
lowprofile75cellular: Ya
berlin.sianipar: oks..
berlin.sianipar: eh sori, ada yang lupa tanya. itu kirim barangnya pake apa ?
lowprofile75cellular: JNE
berlin.sianipar: ok. thx.
lowprofile75cellular: Ya sama”
Statusnya online, diajak chat langsung dibalas, informatif, harganya tidak mencurigakan, informasi tentang lokasi toko juga lengkap, lokasinya di tempat jualan hape yang emang udah terkenal, waktu nyari di google enggak ada review negatif, keputusannya : deal. ^^
Yap, aku udah pernah denger tentang penipuan lewat modus belanja online. Tapi ini sudah kuperhitungkan karena sasaran antaraku beli hape di situ adalah pengen punya pengalaman belanja online… Jadi, kalopun kena tipu, aku sudah siap dengan berbagai langkah hukum. Belajar lewat pengalaman memang kadang butuh biaya mahal kan ? ^^
Lalu sambil keluar belanja, aku mampir ke ATM BNI buat transfer uang ke toko itu. Selesai, akupun konfirmasi melalui SMS. Nyampe rumah, konfirmasi lagi via Yahoo Messenger.
berlin.sianipar: Saya sudah transfer 1,4 utk j105 hitam baru, tadi sudah SMS…
lowprofile75cellular: Ok transfer kebca?
berlin.sianipar: BNI.
lowprofile75cellular: Ok
berlin.sianipar: dikirim hari ini ?
lowprofile75cellular: Ya
berlin.sianipar: ok. hitam-silver lho ya. bukan yang merah. saya tunggu. nanti kalo saya puas, saya rekomendasikan ke temen2..
lowprofile75cellular: Sip
lowprofile75cellular:
lowprofile75cellular: Pasti puas
berlin.sianipar: ok..
berlin.sianipar: alamatnya tadi sudah to ?
lowprofile75cellular: Udah lg buat bon
berlin.sianipar: ok. nota pembeliannya dikirimkan bareng ya. utk ngurus garansi kalo ada yang musti diserpis. skrg harus pake nota pembelian e. thx.
lowprofile75cellular: Ya
Beres. Tinggal tunggu kiriman paket. Si penjual sih bilang kalo nyampenya sehari. Tapi aku cek di websitenya JNE, paket Reguler nyampenya 1-5 hari. Aku gak berharap paketnya sehari nyampe, karena lokasiku tidak di kota besar. Lagian, aku pernah punya pengalaman buruk dengan JNE waktu kirim paket ke Kepulauan Riau, eh nyampenya cuma bisa di kota besarnya. Padahal alamat tujuanku sama alamat kantor JNE di sana jauhnya sehari perjalanan. Untung si JNE mau tak suruh kirim balik ke sini tanpa ongkos tambahan, trus tak kirim lagi via Pos Indonesia. Seminggu nyampe, lebih murah, dan langsung ke alamat tujuan.. ^^
Sehari berlalu, paketnya blom nyampe. Enaknya pake JNE tuh, kita bisa cek paket kita udah nyampe mana. Tinggal masukin nomer Air Way Bill, kita bisa cek apakah barang sudah dikirim oleh penjual, trus barangnya udah nyampe mana, kita bisa cek.
Tiga hari kemudian, petang sekitar jam 6, paketnya nyampe. Uhuy ! Enggak langsung kubuka karena aku masih ada kerjaan. Tapi, pengalaman belanja onlineku selesai sampai di situ. Eh blom ding, besok paginya aku masih konfirmasi ke penjualnya via YM, bahwa barangnya udah nyampe.
berlin.sianipar: Pagi.. Barang sudah saya terima tadi malem. So far, saya puas. Hanya sedikit tidak puas karena TIKInya lambat. 3 hari baru nyampe. Tapi ya maklum, paket reguler memang jangka waktu sampainya 1-5 hari. Itu karena TIKInya. Tapi tentang layanan anda, saya puas. Thanks..
Sayangnya, enggak ada balasan… Huhuhu… Tapi sudahlah. Yang penting barangku udah nyampe dengan selamat. Pengalaman pertama belanja onlineku : memuaskan…
Tentang Sony Ericsson J105 Naite, reviewnya menyusul yah ! ^^
Spoiler for Sony Ericsson J105 Naite Review : “Pertama kali buka bungkusan paketnya, badaaaaah… ! Ini hape apa kue apem ! Kotaknya kecil banget ! Hahaha…”
Yang ninggalin jejak di sini