Posted by: g o b e r on: November 8, 2008
Oleh Berlin Sianipar, Calon Presiden RI
Saya dilahirkan dalam sebuah keluarga yang luar biasa, keluarga yang berbuat yang terbaik untuk anggotanya, keluarga yang selalu terberkati oleh TUHAN Yang Maha Kuasa.
Orangtua saya mengawali rumah tangganya dengan sebuah kesalahan. Ibu saya hamil sebelum menikah. Tapi ayah saya dengan berani menghadapi akibat perbuatannya. Dia tidak lari dari dari tanggung jawabnya. Dia menikahi wanita yang dicintainya, ibu saya.
Saya adalah sebuah potret dari realita bangsa kita. Bangsa yang bergulat dengan kesulitan hidup setiap harinya. Kolam susu hanyalah utopia dan harapan yang berada di atas awan, karena saya tahu bangsa ini setiap harinya harus memeras keringat untuk bisa makan. Saya tahu itu, karena masa kecil saya juga tidak begitu menyenangkan. Saya harus meminum air cucian beras sebagai pengganti air susu formula yang mahal. Saya harus ikut menemani ibu saya berjualan es juice dan soto. Sementara ayah saya harus merantau bekerja sebagai pekerja bangunan di Yogyakarta sambil terus berusaha menyelesaikan kuliahnya.
Itu benar-benar masa yang sulit. Tapi masa2 itulah yang membentuk kuatnya relasi kekeluargaan dalam keluarga ini. Masa2 itulah yang membentuk karakter tidak mau menyerah dalam keluarga ini. Masa2 paling sulit, tapi juga masa2 paling luar biasa dalam keluarga ini.
Masa kecil saya juga tidak begitu menyenangkan. Saya tidak mampu bergaul banyak dengan teman2 saya. Memang saya termasuk anak yang cerdas dalam berpikir, tapi tidak dalam bergaul. Dulu itu menjadi ganjalan bagi saya, menjadi penghambat bagi saya untuk maju dan bertumbuh menjadi sempurna. Bayangan2 kegagalan bergaul di masa lalu dulu membuat saya semakin takut untuk menjalin persahabatan dengan orang lain. Tapi saya patut dan memang seharusnya bersyukur kepada Tuhan karena saya dilahirkan dalam keluarga ini. Saya punya panutan yang luar biasa pandai dalam bergaul dengan orang2 baru, Ayah saya. Pria yang dahulu saya salahkan karena sudah membuat saya terlahir di dunia, ternyata adalah salah satu guru terbaik dalam hidup saya. Saya belajar banyak dari dia. Saya belajar bagaimana menyapa orang2 baru. Saya belajar melontarkan joke2 segar untuk mencairkan suasana tegang dalam perkenalan. Saya belajar menjadi orang yang penuh kharisma yang disegani oleh banyak orang. Saya belajar semuanya itu dari Ayah saya. Thanks, Dad.
Tahun 1997 adalah masa kelam bagi semua orang, tak terkecuali keluarga saya. Ayah saya termasuk orang yang harus menanggung efek krisis, terkena PHK. Untuk beberapa waktu keluarga kami sempat goyah seperti keluarga Indonesia yang lain. Tapi seperti keluarga Indonesia yang lain, kami adalah keluarga yang tidak pernah mau menyerah. Krisis 1997 telah membuat kami menjadi semakin kuat. Ibu saya dengan gigih bisa menopang kebutuhan hidup kami dengan usahanya di bidang bordir dan konveksi. Ayah saya yang menemukan kembali kekuatannya kemudian juga bangkit dan kembali berkarya secara luar biasa. Saya tahu bahwa dalam kesulitan seperti apapun, semangat yang pantang menyerah dan asa yang tak putus adalah kendaraan utama untuk mengubah keadaan, membalikkan situasi yang paling kelam sekalipun.
Saya tumbuh sebagai seorang remaja dalam lingkungan yang tidak berbeda dengan lingkungan remaja sekarang ini. Saya adalah mantan seorang pecandu alkohol. Kita tidak bisa menutup mata bahwa ancaman minuman keras, obat2an terlarang dan pornografi begitu luar biasanya mengancam kehidupan dan masa depan anak2 kita. Tapi saya berdiri di sini bukan untuk menebar ketakutan di antara kita. Saya berdiri di sini, di hadapan Anda, para orangtua yang mengharapkan yang terbaik untuk anak2nya, untuk membalikkan hal2 yang dulu kita sesali untuk menjadi sumber bahan bakar bagi kita untuk berbuat yang terbaik bagi anak2 kita, memberikan lebih banyak lagi kesempatan kepada anak2 kita untuk mengenal orang2 terbaik, belajar hal2 terbaik dan melakukan hal2 terbaik. Bersama2 kita bisa melakukan perubahan besar dalam hidup kita dan anak2 kita. Kita tidak akan menyerahkan anak2 kita pada bandar2 narkoba dan penyesat2 moral. Kita akan ambil alih kembali anak2 kita dan membawa anak2 kita ke dunia yang teramat sangat menyenangkan dan bersiap untuk menghidupi kehidupannya yang luar biasa dipenuhi dengan keberhasilan. Apa yang akan kita lakukan besok, adalah demi air mata haru yang akan menetes dari air mata kita ketika kita melihat anak2 kita tersenyum bangga di panggung kemenangannya masing2.
Saya berdiri di sini, untuk mengajak kita bergandeng tangan, bersatu menuju satu perubahan yang kita inginkan. Kita akan ambil alih bangsa ini dari tangan orang2 serakah yang bekerja demi dirinya sendiri. Kita akan ambil alih bangsa ini dari tangan para koruptor yang sudah menyengsarakan bangsa ini. Kita akan ambil alih bangsa ini dari tangan orang2 picik yang tidak menginginkan orang lain meraih kesuksesannya. Kita akan ambil alih bangsa ini ke tangan kita.
Saya berdiri di sini, untuk mengajak kita bersatu padu, berpegangan tangan, bergerak bersama menuju satu perubahan yang kita inginkan. Kita akan berbuat yang terbaik untuk bangsa kita ini. Kita akan membuat bangsa ini mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Kita akan membuat bangsa ini bersih dari para koruptor. Kita akan membuat tiap2 manusia mempunyai sumber daya yang cukup untuk mengejar cita2nya yang paling tinggi sekalipun. Tidak akan ada lagi kelaparan. Tidak akan ada lagi ketergantungan terhadap negara lain. Tidak akan ada lagi pengangguran dalam bangsa ini.
Saya berdiri di sini, untuk mengajak kita semua, ya kita semua yang hadir di sini, untuk datang ke TPS esok hari, dan memberikan suara Anda untuk memilih saya, demi sebuah perubahan yang kita impikan.
Anda yang selama ini memilih untuk tidak memilih karena berbagai alasan, saat ini Anda mempunyai kekuasaan untuk ikut menentukan nasib bangsa ini. Perubahan yang selama ini Anda ragukan terjadi, sudah ada di depan mata Anda. Anda mempunyai kuasa untuk melakukan perubahan dalam bangsa ini. Apa yang Anda lakukan besok bisa membuat perubahan seperti yang Anda sebenarnya inginkan. Datang ke TPS dan berikan suara Anda untuk memilih saya. Andalah yang memiliki kekuasaan dalam bangsa ini.
Pilihlah, pilihlah, pilihlah. Ajak setidaknya lima orang teman anda, keluarga Anda, siapapun yang Anda kenal untuk datang ke TPS dan memberikan suaranya untuk memilih saya. Jika lima orang masing2 mengajak lima orang lain, dan masing2 mengajak lima orang yang lain lagi, kita akan menjadi sebuah kekuatan perubahan yang besar, teramat besar. Bersama2, kita bisa membuat sebuah perubahan besar bagi bangsa ini.
Seperti masing2 anggota keluarga saya yang berbuat yang terbaik untuk keluarganya, berbuatlah yang terbaik untuk bangsa ini. Tuhan Yang Maha Kuasa menyukai orang2 yang berbuat yang terbaik untuk bangsa kita ini, keluarga besar di mana Tuhan meletakkan kita semua.
Berlin Sianipar, Calon Presiden RI
Oktober 14, 2009 pada 10:11 am
hgffnfnb