Posted by: g o b e r on: Desember 12, 2008
Aku punya satu kebiasaan jelek yang susah diilangin (karena memang males ngilanginnya), yaitu suka nembakin orang. Bukan karena doyan ngenyek, tapi sekedar guyonan pengundang tawa sambil ngetes kebesaran hati orang yang tak guyoni. Hehehe…
Contoh kasus : Waktu itu aku di kiosku, dada, ulu hati sampai perutku tiba2 sakit tanpa sebab sampe aku harus bersujud di lantai memegang ulu hatiku untuk menahan sakit. Kebetulan posisi sujudku menghadap ke arah Budhe a.k.a mBak Denok a.k.a mBak Lusi a.k.a Simbokne Qeren yang sedang berdiri di depan etalase kiosku. Si Budhe ini bentuknya bulet gedhe mirip reco gladhak (istilahnya Budhe sendiri) atawa patung Drupala yang sering ada di depan gang tu. Nah si Budhe ini agaknya geli dengan polahku yang mengambil posisi sujud gitu, lalu bertanyalah ia :
‘Sholat ya, Ber? Kiblate salah tuh.. He..’
Dan seperti kebiasaan burukku biasanya, aku pun menjawab, ‘Iya sholat. Kiblatnya menghadap Budhe wae lah. Bentuknya udah kayak Ka’bah kok. Gedhe banget. Hehehe…’ Lalu kami berdua ketawa lepas. Eh bertiga ding, ditambah si kunyilku tercinta yang takut banget sama kinjeng…
Nah, hari ini, seperti kata Guru, ‘Lakukanlah seperti apa yang kamu ingin orang lain lakukan padamu’, aku pun akhirnya kena tembak juga. Malah yang nembak nggak baen2, yaitu mBah MO a.k.a Padmono SK, wartawan senior dan sekarang jadi dedengkotnya majalah Kayuwanan. Hari ini di milis GKJnet, mBah MO ngirim posting begini bunyinya…
BERITA DUNIA DI AKHIR TAHUN(1)Setelah penyanderaan di hotel Tajmahal Mumbai India berhasil diselamatkan, negara-negara di Asia Tengah berada dalam ketegangan. Afganistan yang dikenal sebagai tempat latihan dan persembunyian teroris memutuskan untuk bergabung dengan NATO. Negara-negara anggota NATO berunding dan bersedia menerima Afganistan sebagai anggota NATO dengan syarat, ibukota Afganistan harus berubah nama, tidak lagi KABUL tetapi TESSY.(2)Setelah ditandatanganinya pakta pertahanan AS – IRAK, banyak warga Kurdi mencari aman. Maka mereka berbondong-bondong ke ibukota Yordania, AMAN, karena itulah satu-satunya yang AMAN.(3)Bencara di Amerika Latin telah menyulitkan negara-negara lain untuk turun tangan membantu. Untuk pencegahannya, negara-negara tetangga meminta PERU untuk mengurangi ibukotanya dari LIMA menjadi satu, dua atau tiga. Tetapi Pemerintah PERU menolaknya dan ibukota PERU tetap LIMA.(4)Setelah runtuhnya tembok pembatas antara Jerman Timur dan Jerman Barat dan menjadikan dua negara itu menjadi satu, dan BERLIN tidak lagi menjadi ibukota Jerman Timur, maka BERLIN pun akhirnya pindah ke PURWOREJO mengikuti ayahnya, bapak SIANIPAR.(sekadar melepas lelah he..he…he)mBah MO
Ahahahahahah… Diriku ketawa ngekek membaca postingan mBah MO. Sial bener deh, kali ini kena tembak deh gue. Hehehe…
Dari dulu emang namaku yang unik selalu mengundang tanya siapapun yang mendengarnya. Dan berikut adalah beberapa reaksi mereka yang baru pertama kali berkenalan denganku :
1. Hah?
2. Herlin?
3. Kayak tembok ya Mas?
4. Lahirnya di Jerman ya Mas?
Ngehehehe… Biasanya aku menjawab reaksi2 tsb dengan apa adanya aja, nggak pake macem2 karena bingung musti gimana. Sekarang, setelah kena tembak mBah MO, aku jadi punya senjata buat nanggepi reaksi orang2 yang geli waktu denger namaku. Gini…
Orang lain : Hah? Herlin?
Aku : BERLIN. Pake B. B!
Orang lain 1 : Kayak tembok ya Mas? Hehehe…
Orang lain 2 : Lahirnya di Jerman ya Mas?
Aku : Iyah. Tapi sejak temboknya runtuh, trus aku nggak jadi ibukota Jerman Timur, aku pindah ke Purworejo ngikutin Bapakku, Pak Sianipar. Hehehe…
Nuwun mBah MO atas ’senjata’nya… Semoga senjatanya sudah wareg, jadi nggak makan tuan lagi. Hehehe…
[...] Pagi ini, aku mbuka tokoku, ketemu sama Budhe (baca postingan yang ini) yang juga udah buka warungnya Mitra Kasih. Karena hari ini hujan, aku pake mantol n pake helmnya [...]
hai Berlin, tidak sengaja aku buka blogmu..mungkin Berlin tidak kenal ya dgku..tapi baca tulisanmu ini buat aku terbahak-bahak.
Aku jd ingat cerita Lulu (mboke Qeren) ttg majelis gkj yg gondrong …n tidak ada yg bisa nyuruh potong rambut.. hehe
Wah baca-2 tulisan ini membuat kangenku dg purworejo dan my family terobati..
salam ya buat teman2 di mitra kasih..
thanks ya…GBU
mbak Asri kakaknya mbak Lusi ya? wah gak nyangka bisa ketemu di internet ya? emangnya tadi mbak ngelakuin dosa apa sampe dihukum ketemu sama blogku yang menyesatkan ini? hehehe… salam kenal mbak. GBU2.
Desember 17, 2008 pada 12:18 pm
wkekekek…dirimu ra pantes dadi Tembok Berlin,,tapi Grupala Tembok Berlin…whoaaa…