Posted by: g o b e r on: April 18, 2009
Prens, berdasarkan analisa laboratorium terakhir di Singapura, ternyata penyakit Forgetis Pikunia yang kuderita sudah bermutasi menjadi penyakit baru yang berresiko kematian. Bisa kematian yang mendadak, tapi bisa juga kematian yang memakan waktu yang lama sampai ke ajal. Penyakit itu bernama…
Lupanutupretsletingitis…
Gejala2nya adalah sebagai berikut :
1. Sering merasa Ge-eR karena dilirik cewek2 cakep
2. Sering merasa risih karena dilirik emak-emak
3. Sering merasa putus asa karena dilirik nenek-nenek
4. Tiba-tiba pengen bunuh diri karena dilirik om-om ganjeng
Salah satu kejadian di mana aku menyadari bahwa aku menderita penyakit kronis ini adalah ketika aku melayat di rumah seorang eyang. Almarhumah adalah mantan guruku SD yang sudah terkenal karena pengabdiannya di bidang pendidikan. Eyang kakung adalah seorang mantan anggota DPRD. Jadi ya maklum, pelayatnya bejibun ampe nutup jalan.
Nah, aku malemnya udah ke sana, jadi siang itu aku cuma mau ikut kebaktian untuk mengantar jenazah ke kuburan, enggak perlu lagi nengok jenazah ke dalam rumah.
Aku dateng sama pacarku. Berjalan beriringan mendekati depan rumah duka, di mana buanyak ibu2 yang duduk di kursi2 yang sudah ditata. Bapak2nya di ujung sebelah jauh sana. Waktu itu aku lagi males salaman2 sama ibu2 itu. Yeah begitulah, orang sering bilang aku agak sombong karena enggak mau salaman2, tapi kalo emang lagi males mau gimana lagi?
Aku jalan dengan pedenya. Ujung mataku menangkap lirikan seorang ibu yang juga mantan guruku waktu SD. Juga beberapa ibu nampak melirik padaku. Oke.. oke.. ibu-ibu. Aku tahu aku ganteng. Aku tahu aku mirip Nicholas Saputra. Tapi plis deh, enggak usah pake acara melirik2 genit gitu ah. Aku pun jalan menuju ujung sana, tempat para lelaki ngumpul.
Tiba2, aku merasa kehilangan si unyil, pacar kecilku yang imut. Aku menoleh ke belakang, ternyata pacarku lagi digeret sama seorang ibu dan dibisikin sesuatu. Ah, ngapain ni si ibu.
Sebentar kemudian, pacarku kembali lagi ke sampingku. Tangannya menggandeng lenganku, menggelayut manja sambil berujar mesra, …
“Yang, kata Bu Puji, retsletingmu belum ditutup…”
GUBRAK ! Hadoh, jadi ternyata tatapan2 genit ibu2 itu karena… Aduuuh…
Berpura2 membetulkan retsleting jaket, aku pun meraih si retleting celana dan menaikkannya secepat tangan Deddy Corbuzier. Ziiiip…! Fiuuh… Kuhitung2 lagi, sepanjang dari ujung sana sampai aku membetulkan retsletingku, ada sekitar 20 orang ibu2 yang pasti melihat barang ghoib yang seharusnya tak terlihat itu. Semoga saja mereka tidak trauma. Semoga saja ada juga di antara mereka yang mendapat pencerahan…
Prens, aku tidak bisa berharap banyak pada teknologi kedokteran untuk mengobati penyakit Lupanutupretsletingitis yang kuderita ini. Akan tetapi, nampaknya dunia otomotif justru memberiku ide penyembuhan penyakit ini. Inovasi pengaman kick stand Honda Vario telah memberiku ide produk yang bakalan laris manis di pasaran : Retsleting celana yang bisa menyetrum isi celana apabila retsleting itu lupa ditutup. Aku akan menamakannya…
Berlin Sianipar Saveyourface Safety Zipper…
Moto iklannya : Selamatkan muka anda. Karena lebih baik lupa pakai celana daripada lupa nutup retsleting…

[...] 2. Dan Penyakit Otakku Ternyata Lebih Parah dari yang Kuduga [...]
April 23, 2009 pada 5:21 pm
lol
hahahha
paraaah dech ampe guling2 ketawanya… ;
tapi yg lebih parah udh lupa tutup resliting CD yg keliatan bolong pulak!
weit.. itu mah sdh jatuh tertimpa tangga