Posted by: g o b e r on: April 23, 2009
Ketika kita ngobrol dengan orang lain, apalagi ketika berdebat mengenai suatu masalah, kita bisa mengenali apakah lawan bicara kita sedang panik karena merasa terpojok.
Ketika orang merasa tersinggung, tersudut, marah, panik, dia cenderung akan berbicara ngawur atau bahasa sundanya gibberish. Dia akan mulai keluar dari pokok pembicaraan, kemudian mulai menyerang lawan bicaranya secara personal, bahkan mungkin juga menghina fisiknya, kemampuan mentalnya, bahkan juga mungkin keluar kata2 umpatan yang tidak jarang juga mengumpat keluarga orang itu, ibunya, saudara perempuannya, bla bla bla bla…
Orang2 seperti ini sudah kehabisan akal dan intuisi untuk bisa berdialog, berdebat dengan cerdas. Yang keluar hanyalah naluri kebinatangannya untuk menyerang siapapun yang menyerangnya. Sulit sekali membangun dialog dan debat yang bermanfaat dengan orang2 yang tidak mampu membedakan adu ide dengan adu mulut.
Jadi bagaimana mengatasinya ?
Tenang saja. Tidak banyak yang bisa kita pelajari dari orang2 seperti itu selain bahwa manusia punya naluri binatang juga.
Diam saja. Semakin kita meladeni serangannya, semakin ganaslah dia. Dan kata orang tua, tak ada yang menang dalam setiap peperangan. Hanya darah dari luka tubuh dan amarah dari luka batin. Yang menang menjadi jumawa dan yang kalah menyimpan dendam. Tak ada pembelajaran bagi kita.
Tapi kan kita harus bisa menang melawan orang2 banyak omong seperti mereka?
Ya. Tapi leluhur orang jawa sudah mengatakan strategi perang yang paling beradab : Nglurug tanpa bala, perang tanpa tandhing, menang tanpa ngasorake. Pada sebuah titik, kita pasti bisa mematahkan semua umpatan mereka dan kita bisa meninggalkan gelanggang tanpa kehilangan apapun.
Jadi, kenapa kita bertarung jarak dekat, saling membalas cakaran dan gigitan dengan mereka, kalau kita bisa mengalahkan mereka dari jauh dengan tongkat?

Satu lagi, sering mengumpat ke lawan bicara dengan berkata “gak sekolah ya?!”
(-.-’)
mereka yg g sht dlm berdebat adlh org2 yg patah pensil,alias g sklh! jd taunya emosi dr pd logika
bagus2x..
April 23, 2009 pada 5:16 pm
Nyebelin banget orang yang kayak gitu.. tapi banyak lhooo
Setuju dengan pepatah jawa itu, yo wis kita diamkan saja.
Btw koq jarang mapir blog saya lagi
+++++