Posted by: g o b e r on: Juni 3, 2009
27 Mei 2009
Tadi malem mimpi, gini…
Aku merasa sedang berada di kota Salatiga. Aku pengen pulang ke rumah di Purworejo naik bis. Untuk itu aku harus berjalan ke jalan tempat bis biasa lewat.
Sampai di tempat nyegat bis, aku menunggu bis lama banget. Kendaraan rame banget, ampe macet. Maklum, tempatnya di dekat sebuah perempatan lampu merah.
Herannya, bisnya enggak ada yang lewat sama sekali. Bahkan saking lamanya nunggu bis, aku sampai ketiduran di situ, di teras rumah orang tempat aku numpang nunggu bis. Rumah itu rumah tua, letaknya lebih tinggi dari jalan.
Bangun tidur, ternyata udah sore, dan aku mulai merasa kalau aku nyegat bis di jalur yang salah. ‘Apakah mungkin bisnya udah enggak lewat sini?’ tanyaku dalam hati. Soalnya aku merasa dulu bisnya lewat jalur ini. Mungkin ada perubahan jalur yang aku enggak tahu, pikirku.
Akhirnya, aku memutuskan untuk pulang ke tempat awal aku berangkat tadi. Aku mencoba melihat jalanan dari mana aku berangkat tadi. Jalannya sebuah trotoar biasa di tepi jalan, belok kanan di perempatan itu, dan jalannya menurun. Waktu aku jalan ke sana, aku harus menyeberang jalan yang rame, tapi agak gampang karena jalannya pas macet, lampu perempatan pas merah. Kayak dengar suara perempuan, ‘Makanya tanya dulu, jalur bisnya lewat mana…’
Adegan berikutnya, aku sudah sampai di tempat tadi aku berangkat. Anehnya, ternyata itu rumahku di Purworejo. Ada Bapak, Mama, dan dan adikku yang lagi ngobrol di ruang tamu. Aku bilang sama mama, aku mau pulang. Mama bilang, ‘kalau aku pulang sekarang, nyampe rumah nanti jam 10an malem.’ ‘Emangnya sekarang jam berapa?’ tanyaku. Aku melihat jam, ternyata udah jam setengah tujuh lebih sepuluh, MALAM. Rada bingung juga, ternyata lama banget aku jalan dari tempat tadi. Aku pun memutuskan untuk menginap di situ lagi semalam, besok baru pulang.
Mimpipun berakhir.
Pertanyaanku sekarang, aku mau pulang, tapi pulang ke mana? Wong ketika aku balik ke tempat tadi, aku ternyata sudah di rumah?
Impresi dalam mimpi (sementara, seingatku) :
Aku PENGEN pulang ke RUMAH, karena aku sedang merasa TIDAK DI RUMAH. Aku menunggu ANGKUTAN untuk saranaku pulang ke rumah. HERANnya, angkutan yang dulu BIASANYA kupakai itu sepertinya udah PINDAH JALUR. Akupun memutuskan untuk KEMBALI ke tempat semula untuk kemudian pulang esok pagi. Ternyata, tempat aku berangkat tadi, adalah RUMAHku sendiri, yang KUKIRA KUTINGGALKAN… Aku pun bermalam di situ lagi karena hari sudah malam.
Arti mimpi :
Hidupku adalah sebuah perjalanan. Aku sedang merasa tidak di rumah sekarang. Aku sedang merasa berada jauh sekali dari rumah. Karena itu aku ingin pulang.
Yup, aku kadang merasa sudah sangat jauh dari Tuhan. Aku merasa sudah meninggalkan Tuhan. Aku ingin pulang..
++
Aku menunggu angkutan umum yang biasanya kupakai untuk pulang, tapi ternyata udah ada perubahan jalur angkutan yang tidak kuketahui.
Aku merindukan gereja. Sungguh, aku merindukan angkutan umum yang biasanya kupakai itu. Tapi ternyata, sekarang gereja sudah berpindah jalur. Tidak lagi menjadi sebuah angkutan umum yang membawaku pulang, tapi entah sudah pindah jalur ke mana. Ada suara yang bilang, ‘makanya tanya dulu..’, adalah sebuah saran supaya aku selalu kritis terhadap gereja dan agama, selalu mempertanyakan hal2 yang belom pernah kutanyakan sebelumnya.
++
Dan ketika aku kembali ke suatu tempat di kota ini yang kukira sudah jauh dari rumah, ternyata itu adalah rumahku sendiri.
Ternyata, ketika aku sedang merasa jauh dari Tuhan sekarang ini, eh ternyata justru aku sedang berada di rumah. Aku bingung, kalau aku sekarang sudah di rumah, lha trus aku mau pulang ke mana lagi? Sudah di rumah kok masih pengen pulang ke rumah?
Aku menginap di situ untuk esok pagi pulang ke rumah.
Nah lo, sekarang sudah di rumah, besok mau pulang ke mana?
++
Mimpi pun berakhir tanpa penyelesaian yang jelas apakah aku besok pulang atau tidak.
Ini adalah sebuah simbol pilihan pengambilan keputusan yang terbuka bagiku. Kalau aku besok memutuskan untuk ‘pulang’, berarti justru aku pergi meninggalkan rumahku. Kalau aku tidak ‘pulang’, berarti aku sudah di rumahku.
Memangnya mau pulang ke mana lagi?
++
Tuhan, aku tahu aku kadang merasa jauh sekali berbeda dengan orang lain yang memuji-muji Engkau, menyembahMu dengan penuh rasa takut, yang sangat ingin masuk ke sorgaMu supaya tidak masuk ke neraka. Aku tahu aku sering merasa tersesat dan pengen pulang.
Tapi sekarang aku tahu, bersamaMu adalah rumahku. Di manapun itu, asal Engkau selalu berada di dalamku dan aku di dalamMu, aku sudah di rumah.
Tuhan, pagi ini aku membuat pilihan, aku sudah di rumah, dan aku tidak akan ‘pulang’ ke manapun. With YOU, everywhere is at home…

Di manapun aku, asal aku berada di dalam-Mu dan Kamu ada di dalamku, aku sudah di rumah...

Aku di dalam Kamu, dan Kamu di dalam aku...
Juni 16, 2009 pada 10:29 pm
Aku merindukan gereja. Sungguh, aku merindukan angkutan umum yang biasanya kupakai itu. Tapi ternyata, sekarang gereja sudah berpindah jalur. Tidak lagi menjadi sebuah angkutan umum yang membawaku pulang, tapi entah sudah pindah jalur ke mana. Ada suara yang bilang, ‘makanya tanya dulu..’, adalah sebuah saran supaya aku selalu kritis terhadap gereja dan agama, selalu mempertanyakan hal2 yang belom pernah kutanyakan sebelumnya.
hm.. sangat setuju..
banyak gereja bertugas menakuti jemaat dengan ancaman neraka, banyak gereja membujuk jemaat melakukan ini itu dengan iming-iming surga di akhirat nanti, tetapi benarkah itu semua akan tercapai, bahkan Yesus pun mengingatkan bahwa banyak orang (Kristen) yang akan dianggap “pembuat kejahatan” dan akhirnya ditolakNya.
Saya memahami, yang akan melihat Kerajaan Tuhan adalah yang “dilahirkan kembali” (kata Yesus) mungkin berarti kita perlu mengingat kembali “jalan lahir” (asal mula) kita, sehingga nanti kita bisa kembali pulang ke sana.
Mengingat sangat pas dalam bahasa Inggris = “remember” (menjadi anggota kembali) ya.. mungkin yang paling penting adalah kembali menjadi anggota Kerajaan Tuhan, dan nampaknya gereja tidak banyak yang mengajarkan ini.
Yesus dulu mengajarkan tentang Kerajaan Surga (Injil Kerajaan), gereja mengajarkan tentang Yesus.