Posted by: g o b e r on: Juni 3, 2009
Sebuah iklan di radio :
A : Cil, kamu tau nggak, toko handphone ‘X’ ?
B : O, yang jual SUSU KUDA LIAR itu ya?
Krik.. Krik…

Susu kuda liar. Dapatkan di toko handphone terdekat.
Posted by: g o b e r on: Mei 14, 2009
Darwin : Tuhan, aku pengen handphone buat kontak2an sama profesor2 yang lain gitu.. Yang murah aja koook… Tuhan, kabulkan permintaanku ya?
Tuhan : Darwin, maukah kamu menunggu sampai bulan depan?
Darwin : Ya Tuhan, aku mau.
Sebulan kemudian, Tuhan memberikan sebuah Blackberry kepada Darwin melalui seorang koleganya yang lagi dapet rejeki…
Darwin : Tuhan, aku pengen motor buat transportasiku ke kampus, ke tempat penelitianku, ke mana-mana deh untuk mencerdaskan umat manusia… Yang murah aja kooook… Tuhan, kabulkan permintaanku ya?
Tuhan : Darwin, maukah kamu menunggu tiga bulan lagi?
Darwin : Mm… Ya Tuhan, aku mau.
Tiga bulan kemudian, Tuhan memberikan sebuah Harley Davidson kepada Darwin melalui seorang bekas mahasiswanya yang sukses menjalankan bisnisnya hingga kaya raya…
Darwin : Tuhan, aku pengen menikah. Berikanlah aku seorang perempuan yang sepadan denganku ya, Tuhan.. Yang cantik, cerdas, berkulit putih, baik hati, dan pandai memasak.. Tuhan, kabulkan permintaanku ya?
Tuhan : Darwin, maukah kamu menunggu setahun lagi?
Darwin : Ya, Tuhan. Aku tahu bahwa Engkau selalu memberkati orang yang mau menunggu waktu-Mu. Aku mau menunggu, Tuhan.
Setahun kemudian, Tuhan memberikan seekor monyet kepada Darwin melalui seorang stafnya yang bertugas mengumpulkan spesies baru di Kalimantan.
Darwin : TUHAN, MENGAPA ENGKAU MEMBERIKAN MONYET KEPADAKU? BUKANKAH AKU MEMINTA SEORANG PEREMPUAN, DAN AKU SUDAH BERSEDIA MENUNGGU SATU TAHUN ????!!!!
Tuhan : Darwin, yang kuberikan itu perempuan yang kau inginkan. Engkau hanya perlu menunggunya berevolusi selama satu juta tahun…

Gambar kaos tentang evolusi perempuan dari monyet hingga menjadi mahkluk gila belanja.
Posted by: g o b e r on: Mei 9, 2009

Modem Telkomsel Flash Huawei E220 seharga 1.1juta yang dijual Telkomsel dengan harga 1.5juta
Just a little update :
Aku udah cerai sama Indosat M2 yang cuma bisa bikin kesel. Bener kata temen, IM2 itu singkatan dari Internetnya Macet Macet. Hehe…
Nah sekarang, aku pake Telkomsel Flash unlimited. Speednya wuz wuz wuz… soale di daerahku dapet sinyal 3G, atau minimal EDGE. Dengan biaya yang 30% lebih mahal, aku dapet kecepatan 400% lebih cepat. Sapa yang nolak coba?
Fyi, Telkomsel Flash Unlimited hanya untuk para pelanggan Kartu HALO (yang tarifnya mahal, masi belum termasuk PPN 10% lagi). Proses aplikasinya gampang. Datenga aja ke geraiHALO atau Grapari Telkomsel, trus minta aplikasi Telkomsel Flash. Kalo belum punya KartuHALO ya musti aplikasi kartu HALOnya dulu. Trus disurvei apakah sampeyan bener2 punya tempat tinggal or sebenernya tinggal di kolong jembatan, jadi biar jelas besok tagihannya dikirim ke mana gitu. Nah kalo yang udah punya Kartu HALO kayak aku, tinggal aplikasi Telkomsel FLASHnya aja. Pake Kartu HALO yang udah dimiliki bisa, aplikasi HALO nomor baru ya langsung bisa tanpa harus disurvei lagi (yang biasanya makan waktu beberapa hari).
O iya, biar enggak kena tepu, ada baiknya mengenal Telkomsel Flash dengan lebih baik. Caranya? Searching lah… Google is the best friend we can have when gathering information kan?
Aku sarankan, jangan ambil paket Telkomsel FLASH yang gratis modem yang harganya selisih jauh dari yang enggak gratis modem. Jadi the word GRATIS is just a penipuan terselubung dari yang sebenernya yaitu bahwa Telkomsel juga jualan modem. Hehe… Bayangin aja, aku pakai Paket Basic tanpa gratis modem, bayarnya 125 ribu per bulan (belum termasuk PPN 10%), pake modem Huawei E220 (yang notabene modem yang sama dengan yang dijual sepaket dengan Telkomsel Flash paket gratis modem) yang kubeli dulu waktu harganya sekitar 1.1juta. Kalo pake Flash gratis modem paket basic, tarifnya 250ribu/bulan, terikat kontrak 1 tahun. Nah, selisihnya per bulan aja 125ribu, dikali 12 bulan jadi Rp. 1.5juta kan? Nah lo, buat beli modem masi sisa 400rebu tuh! Bisa buat bayar tagihan 3 bulan kan? Hehehe…
Review performanya ? OKE ! Lha wong kalo pake IM2 di daerahku cuma ada sinyal GPRS yang kecepatan maksimumnya 53.6 kbps, eh kalo pake Telkomsel sinyalnya minimal EDGE yang maksimum kecepatannya 236.8 kbps. Nah berhubung di daerahku dekat sama BTS, jadi dapet sinyal 3G deh, kadang2 juga nyangkut sinyal HSDPA. Jadi full speednya 7.2 mbps ! Hehehe…
Tapi…. Paket Basic Telkomsel Flash dibatasi maksimum kecepatannya 256 kbps, jadi ya enggak ngaruh banget lah sinyal HSDPA itu. 3G aja udah cukup banget, EDGE juga udah lumayan mendekati full speed limit.
Keluhan ada juga. Kemaren sempat enggak bisa konek sama sekali. Tanya ke customer servicenya, katanya enggak ada masalah, trus disarankan disconnect, trus pilih sinyal yang GPRS only. Dapet sinyal EDGE, langsung lancar lagi. Tak diskonek, aku pilih sinyal 3G only, udah lancar lagi. Ternyata masalahnya simpel, bukan masalah besar. Mungkin emang modemnya yang kepanasem. Maklum, dipanjer terus. Hehe…
Secara keseluruhan, untuk sekarang ini, aku puas dengan layanan Telkomsel Flash. Enggak tahu besok, bulan depan, or 6 bulan lagi. Nah itu juga alasan kenapa jangan pilih yang paket gratis modem. Kalo yang enggak pake ‘gratisan’ modem kan kalo enggak puas ya tinggal putus kontrak. Kalo yang paket gratisan, ya tetep, cicilan modem masi kudu dilunasin kan? Hehehe…
Telkomsel Flash, emang kayak The Flash !
Btw, waktu aku mau nambahin gambar di postingan ini, tiba2 koneksi Flash jadi ngaco. Enggak konek2. Jadi, anggap aja postingan ini postingan netral. Flash emang cepet, kalo pas konek. Malah mau diskonek aja susah banget. Yah kayak koneksi laen lah yaw.. Menjebak, menjebak, menjebak… Namanya juga Endonesia… Hehehe…

The Flash, jagoan lari cepat yang mustinya jadi atlit profesional, atau jambret profesional
Posted by: g o b e r on: Mei 2, 2009
Hari ini, 2 Mei, adalah Hari Pendidikan Nasional. Entah kenapa, pagi ini mungkin aku kesambet arwahnya Ki Hajar Dewantara sampai aku pengen banget posting tentang pendidikan. Belom mandi, belum sikat gigi, belom keluar kamar, udah pengen nulis ini. Apa lagi namanya kalo bukan kesambet?
Friends, we know that education is a very important thing we must have these days. Tingkat persaingan hidup semakin tinggi, sementara kesempatan menghasilkan uang itu seringkali tidak tumbuh seimbang dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia.
Well, kalau aku ngomong kesempatan menghasilkan uang di sini, mungkin mayoritas kita mengasosiasikannya dengan kesempatan kerja. Tapi sebenernya bukan itu aja. Sekarang udah banyak anak kuliahan yang udah tahu bahwa menjadi bakul, pedagang, atau bos adalah juga pilihan yang kesempatannya selalu terbuka lebar. Kalo dulu emang orang yang lulus kuliah banyak gengsinya. Wong udah sekolah tinggi2, eh kok begitu lulus malah merintis usaha yang berangkat dari kecil, tertatih2 ampe sering diejek temen2. Tapi sekarang udah enggak lagi. Kita semua sudah tahu bahwa menjadi pengusaha walaupun kelasnya UKM tetap adalah sebuah pilihan yang menjanjikan pertumbuhan pendapatan yang tidak kalah bagusnya dengan menjadi karyawan sebuah perusahaan top.
Nah, hal2 seperti itu lah yang sepertinya sekarang sudah mulai ditumbuhkan di sekolah2 dan universitas2. Aku salut banget sama SMA yang udah mulai menerapkan sistem ambil dan bayar sendiri a.k.a Kantin Kejujuran yang melatih orang untuk mandiri dan jujur, sebuah syarat mutlak orang bisa hidup berhasil di masa depannya. Juga ketika banyak lembaga pendidikan, bahkan mulai tingkat SD, sudah mulai mengajarkan prinsip2 entrepreneurship pada anak didiknya. We know that entrepreneurship bukan cuma tentang niat jadi pengusaha, tapi membangun karakter anak yang tangguh, yang pantang menyerah, kreatif dan yang jeli melihat kesempatan dalam situasi paling sulit sekalipun.
Memang, tidak semua orang2 penting di dunia pendidikan sudah tahu tentang arti pendidikan. Kebanyakan masi berpegang pada pola pikir lama dan kuno yang menyebutkan bahwa anak belajar itu yang penting mengejar nilai. Nah pola pikir kuno inilah yang justru menjebak anak didik menjadi tidak mau belajar. Yang dikejar cuma nilai, sehingga merebak lah sistem perjokian di ujian saringan masuk perguruan tinggi, juga kebocoran2 soal ujian nasional yang ironisnya justru dilakukan oleh para guru dan kepala sekolah hanya untuk menjaga nama baik sekolahnya dengan mencetak angka kelulusan setinggi mungkin. Padahal, apa yang bisa ditumbuhkan dalam pribadi peserta didik kalau sistemnya saja korup?
In the end, menurutku tujuan puncak pendidikan adalah membentuk anak didik menjadi pribadi yang ingin terus belajar, belajar dan belajar. Dan pendidikan juga tidak hanya terbatas pada kemampuan2 intelegensia saja. Lebih dari itu adalah pendidikan harus mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dalam diri peserta didik, termasuk kemampuan bersosialisasi, karakter2 positifnya, kreativitas, kemampuan leadership, dan lain2nya lagi yang tidak tercakup dalam sistem pendidikan yang hanya mengejar angka2 saja.
Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang membuat orang mengeluarkan kemampuan terbaiknya sebagai manusia. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang membuat orang menjadi INGIN untuk belajar sendiri tanpa tergantung apakah ada yang mau mengajar secara formal ataukah tidak. The lesson is everywhere, dan pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang membuat orang mampu belajar dari manapun, dari hal apapun, baik itu hal positif maupun hal negatif.
Akhirnya, pendidikan tidak cuma melulu tentang sekolah dan kuliah. Masih ada buanyak sekali hal2 yang sangat menarik untuk dipelajari selain dari yang diajarkan secara formal di sekolah/universitas. Inilah yang akan membentuk orang menjadi komplit, sempurna sebagai orang2 yang terdidik. Titel hanyalah sebuah bagian kecil dari pendidikan, karena akhirnya ukuran orang terdidik atau tidak adalah karakternya dan perilakunya dalam kesehariannya menjalankan tugas dan pekerjaan yang diterimanya, baik itu sebuah jabatan formal dalam dunia kerja ataupun sebagai seorang pengusaha apapun kelas usahanya.
Selamat Hari Pendidikan Nasional !

Sergey Brin dan Larry Page, duo pendiri Google yang cerdas di kuliahan dan cerdas juga di dunia usaha

Bill Rancic, pemenang The Apprentice I, di final mengalahkan orang yang tingkat pendidikan formalnya lebih tinggi dari dia. Memulai bisnisnya sendiri pada umur 23 tahun, sekarang pemimpin anak perusahaan bernilai jutaan dollar milik Donald Trump
Yang ninggalin jejak di sini