Evaluasi Bulan Januari 2013

Gambar dipinjam dari www.fengshuiliving.com.au/2013-the-year-of-the-snake
Gambar dipinjam dari http://www.fengshuiliving.com.au/2013-the-year-of-the-snake

Januari 2013 aku memasang satu target besar, yaitu launching produk perdanaku di market luar negeri. Sayangnya target itu meleset karena beberapa hal berikut:

  1. Istriku sakit, mondok selama 4 hari di Klinik Budi Sehat karena diare yang disebabkan infeksi saluran pencernaan. Terpaksa aku sama sekali tidak bisa bekerja. Bahkan kerjaan harianku pun keteteran.
  2. Technical knowledgeku masih belum mumpuni. Sekarang sudah semakin lancar, namun karena masih mengandalkan Google untuk belajar maka aku harus mengerjakan proyekku itu sambil belajar pelan-pelan.
  3. Kerjaan harianku makin ramai. Meski sebagian besar pekerjaan sudah kuselesaikan jauh sebelum waktu deadline, ternyata orderan terus berdatangan yang membuatku terpaksa mendahulukan kerjaan harian itu dan menunda proyek pribadiku.

Hal-hal tersebut membuatku belajar banyak, namun tidak memundurkan niatku untuk segera launching produk perdanaku. Langkah berikutnya yang aku ambil untuk memuluskan pencapaian targetku itu adalah:

  1. Aku tidak memasang deadline exact, harus launching bulan ini atau bulan kapan, yang penting dalam tahun 2013 ini. Selain aku sudah menemukan ritmeku untuk terus membuat progress, aku ingin pikiran bawah sadarku mengaitkan kesuksesan dengan making progress, bukan dengan pencapaian target sebelum deadline. Ini membuatku merasakan kesuksesan setiap kali aku membuat progress dan bukan merasakan kegagalan pada saat targetku meleset di luar deadline.
  2. Fokus pada hal-hal yang paling utama. Desain memang tentang detail, namun detail tak berguna tanpa fungsi utama yang berjalan terlebih dahulu.
  3. Hanya belajar hal-hal yang sedang kubutuhkan. Knowledge overload justru bisa jadi bumerang, terlalu banyak tahu malah jadi kehilangan banyak waktu.
  4. Beli alat produksi yang mempercepat pengerjaan order harianku. Februari ini rencananya aku akan membeli alat itu di Jakarta, sambil tilik Sherine yang makin menggemaskan. Alat itu cukup mahal, harganya cukup buat uang muka rumah. Tapi seperti yang diajarkan ibuku, prioritaskan beli alat produksi dulu. Alat itu nantinya bisa memangkas waktu pengerjaan orderan harianku dari rata-rata seminggu menjadi sehari, maksimal dua hari. Dengan begitu, aku berharap aku memiliki 15 hari penuh dalam sebulan untuk mengerjakan proyek pribadiku.

Ini sudah hari ke dua bulan Februari 2013. Bulan pendek yang hanya memiliki 28 hari. Berarti tinggal 26 hari lagi yang bisa kumanfaatkan untuk bekerja di bulan ini. Semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s