Ajari Anak Tentang Teknologi Sebelum Terlambat

Barusan gak sengaja liat berita tentang seorang cewek abg umur belasan tahun (13 atau 15 saya lupa) yang diperkosa oleh 13 orang pria. Mirisnya, dia menjadi korban kepolosan ketololannya sendiri karena dia terlalu percaya dengan seorang pria yang cuma dikenalnya lewat Facebook. Jadi si cewek itu diajak ketemuan oleh si pria yang ternyata penjahat kelamin. Di lokasi janjian, si pria ternyata sudah menunggu bersama 12 orang temannya dan terjadilah tragedi yang mengenaskan itu. Sebuah kesalahan fatal yang terjadi karena kesalahan si cewek orangtua si cewek yang tidak pernah mengajari anaknya untuk menggunakan teknologi secara benar.

Jadi inget sebuah artikel bagus tentang perjanjian yang dibuat oleh seorang ibu dengan anaknya ketika sang ibu yang bijak ini membelikan sebuah handphone baru sebagai hadiah Natal untuk Gregory, putranya yang berumur 13 tahun. Berikut surat sang ibu yang saya terjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Dear Gregory,

Selamat Natal! Kamu sekarang adalah pemilik sebuah iPhone! Wow! Kamu adalah seorang anak berumur 13 tahun yang baik dan bertanggungjawab dan kamu berhak mendapat hadiah ini. Tapi untuk menerima hadiah ini ada aturan dan peraturannya. Bacalah kontrak berikut ini. Kuharap kamu paham bahwa adalah tugasku untuk membesarkanmu menjadi seorang pria muda yang utuh dan sehat yang bisa berfungsi di dunia dan hidup bersama dengan teknologi, bukan dikendalikan olehnya. Gagal mengikuti daftar berikut ini akan mengakibatkan pemberhentian kepemilikan iPhone-mu.

Aku sangat mencintaimu dan ingin sekali saling berkirim berjuta-juta SMS denganmu di hari-hari mendatang.

  1. Itu adalah handphone-ku. Aku yang membelinya. Aku yang membayar pulsanya. Aku meminjamkannya padamu. Luar biasa kan aku?
  2. Aku harus selalu tahu passwordnya.
  3. Kalau handphone-mu berdering, jawablah. Itu gunanya handphone. Katakan halo, gunakan sopan santunmu. Jangan pernah mengabaikan dering telponmu kalau di layar tertulis “Ibu” atau “Ayah”. Jangan pernah.
  4. Berikan handphone ini kepada salah satu orangtuamu pada jam 7.30 malam pada setiap malam sebelum hari sekolah, dan pada jam 9.00 malam pada malam sebelum weekend. Handphone ini akan dimatikan pada malam hari dan akan dinyalakan lagi pada jam 7.30 pagi. Kalau kamu tidak mau menelpon telpon rumah seseorang, di mana mungkin orangtua mereka yang menjawabnya terlebih dahulu, maka jangan menelpon atau SMS. Dengarkan insting itu dan hormati keluarga lain sebagaimana kita ingin dihormati.
  5. Handphone ini tidak akan kamu bawa ke sekolah. Bergaullah secara langsung dengan orang-orang yang kamu SMS. Hal itu adalah sebuah keterampilan hidup. *Hari-hari tertentu, kunjungan lapangan dan aktivitas setelah sekolah akan mendapat pertimbangan khusus.
  6. Kalau handphone ini masuk ke toilet, jatuh ke lantai atau lenyap di udara, kamu bertanggungjawab untuk biaya penggantian atau perbaikannya. Bekerjalah. Potong rumput, jaga bayi atau menabunglah dari uang hadiah ulangtahunmu. Hal ini pasti akan terjadi, karena itu kamu harus bersiap-siap.
  7. Jangan gunakan teknologi ini untuk berbohong, membodohi atau mengelabui orang lain. Jangan melibatkan dirimu dalam pembicaraan yang menyakiti orang lain. Jadilah teman yang baik terlebih dahulu atau jauhilah pertengkaran.
  8. Jangan mengirim pesan teks, email atau mengatakan apapun lewat handphone ini yang tidak akan kamu katakan secara langsung kepada orangnya.
  9. Jangan mengirim pesan teks, email, atau apapun kepada seseorang yang tidak akan kamu katakan keras-keras bila orangtua mereka berada di dekatmu. Sensorlah dirimu sendiri.
  10. Tidak boleh ada pornografi. Carilah di internet informasi yang bakal kamu bagikan secara terbuka denganku. Kalau kamu punya pertanyaan tentang apapun, tanyakanlah secara langsung – kepadaku atau ayahmu.
  11. Matikan, diamkan, jauhkan di tempat umum. Terutama di restoran, di bioskop, ata ketika sedang berbicara dengan orang lain. Kamu bukan orang yang kasar; jangan biarkan iPhone mengubah itu.
  12. Jangan mengirim atau menerima gambar bagian tubuh pribadimu atau bagian tubuh pribadi orang lain. Jangan tertawa. Suatu hari kamu akan digoda untuk melakukannya meskipun kamu memiliki kecerdasan yang tinggi. Itu sangat beresiko dan bisa menghancurkan kehidupan masa remaja/kuliah/dewasamu. Hal itu selalu adalah ide yang buruk. Dunia maya itu sangat luas dan lebih kuat darimu. Dan sangat sulit untuk menghilangkan apapun yang sebesar itu – termasuk reputasi yang buruk.
  13. Jangan membuat bertrilyun-trilyun foto. Tidaklah perlu untuk mendokumentasikan apapun. Jalanilah pengalamanmu. Itu akan tersimpan di ingatanmu selamanya.
  14. Kadang-kadang tinggalkan handphonemu di rumah dan milikilah perasaan aman dan nyaman dengan keputusan itu. Handphone bukanlah benda hidup atau kepanjangan tangan darimu. Belajarlah untuk hidup tanpanya. Jadilah lebih besar dan lebih berkuasa daripada TMS – takut melewatkan sesuatu.
  15. Downloadlah musik yang baru atau yang klasik atau yang berbeda daripada yang didengarkan oleh teman-temanmu. Generasimu memiliki akses ke musik yang tak pernah dimiliki generasi lain dalam sejarah. Manfaatkanlah anugerah itu. Luaskan pandanganmu.
  16. Bermainlah permainan kata-kata atau puzzle atau permainan yang melatih otak.
  17. Jagalah matamu tetap ke depan. Lihatlah dunia yang terjadi di sekelilingmu. Pandanglah ke luar jendela. Dengarkanlah kicauan burung-burung. Berjalan-jalanlah. Berbicaralah kepada orang-orang asing. Takjublah pada dunia tanpa googling.
  18. Kamu akan melakukan kesalahan. Aku akan mengambil handphonemu. Kita akan duduk bersama dan membicarakannya. Kita akan memulainya lagi dari awal. Kami dan aku, kita selalu belajar. Aku ada di pihakmu. Kita berada dalam hal ini bersama-sama.

Harapanku adalah kamu menyetujui peraturan ini. Sebagian pelajaran yang terdaftar di sini tidak cuma tentang iPhone, tapi juga tentang kehidupan. Kamu akan tumbuh besar di dunia yang cepat dan selalu berubah. Hal itu sangat menyenangkan dan menggoda. Jagalah setiap kesempatan yang kamu dapat tetap sederhana. Percayalah pada pikiranmu yang kuat dan jantungmu yang besar di atas segala mesin. Aku mencintaimu. Kuharap kamu menikmati iPhone barumu yang keren. Selamat Natal!

Kepada anak-anakku, aku juga akan melakukan hal serupa. Aku akan menerapkan peraturan-peraturan seperti Ibu Janell Burley Hofmann di atas, untuk kebaikan mereka. Karena hidup jauh lebih luas dari layar handphone.

remaja-dan teknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s