Roland EGX-30A

Seharian ini ngebenerin mesin gravir Roland EGX-30A-ku yang sejak tadi pagi rewel. Kalau dipakai menggravir bentuk kotak, ketika head bergerak memotong ke arah kiri, bawah dan kanan cutting blade-nya sedikit terangkat (lebih dangkal) sehingga garis yang dihasilkan menjadi lebih tipis dari yang seharusnya. Sementara ketika head bergerak memotong ke atas, cutting blade-nya sedikit lebih turun (lebih dalam) sehingga garis yang dihasilkan lebih tebal dari yang seharusnya.

Kalau saja aku tidak melatih diri menghadapi hal-hal semacam ini sejak dulu jaman masih punya printer tinta berwarna, aku pasti sudah stress marah-marah sendiri. Untungnya aku sudah belajar untuk mengendalikan emosiku, menggunakan otakku untuk berpikir mencari jalan keluar. Dengan kepala dingin aku memikirkan berbagai alternatif solusi yang bisa kutempuh.

Awalnya aku berpikir untuk mengganti depth regulator nose yang memang harus diganti setiap 100 jam. Harganya sekitar 400 ribuan untuk 3 buah depth regulator nose yang baru. Namun karena harus mengontak dealernya di Jakarta, aku masih menahan diri dan memikirkan solusi yang lebih cepat.

Bertanya pada google, aku menemukan forum pengguna mesin Roland di http://www.rolandforum.co.uk. Aku mendaftar dan mengajukan pertanyaan di forum. Sayangnya reply dari salah satu member senior tidak cukup membantuku.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk memperbaiki sendiri mesin gravir Roland EGX-30A milikku itu. Dengan peralatan bawaan dari dealernya, aku membuka cover bagian atasnya dan bagian yang mengatur naik turunnya cutting blade. Pada percobaan pertama, aku menemukan semacam bekas lem yang menggumpal di bagian itu. Lumayan besar. Panjangnya 1 cm dan tebalnya 0,5 cm. Setelah bagian itu kubersihkan, semuanya kupasang lagi. Kujalankan test menggravir, eh ternyata sudah normal. Garis-garis yang dihasilkan sudah sama tebalnya. Artinya cutting blade sudah tidak naik dan turun sendiri lagi. Waktu itu sudah jam 7 malam. Akupun makan malam bersama istriku kemudian beristirahat di kamar.

Pukul 10 malam aku kembali lagi ke ruang kerjaku untuk meneruskan pekerjaan gravir yang tertunda itu. Sayang sekali ternyata mesin gravir Roland EGX-30A-ku itu kembali rewel. Akupun membukanya lagi.

Setelah kuteliti, ternyata ada baut yang kurang kencang. Mungkin karena getaran mesin yang memang sering kupakai dalam RPM tinggi sehingga sedikit demi sedikit menjadi longgar. Kukencangkan baut itu, lalu kupasang kembali semua bagian-bagiannya. Kucoba untuk menggravir, sukses! Pekerjaan gravir berjalan sempurna, bahkan suara mesin yang tadinya berisik sekarang menjadi lebih halus. Ternyata penyebab suara berisik itu adalah baut yang kurang kencang itu tadi.

Jadi sekali lagi, pelajaran hari ini adalah:

  1. Menghadapi mesin, percuma memakai emosi. Mesin tidak mengerti kalau kita stress, marah, frustasi, dll. Makanya kudu pakai logika, kepala harus dingin.
  2. Ada banyak solusi kalau kita mau berpikir dengan kepala dingin. Kalkulasikan biaya, waktu dibandingkan dengan hasil yang ingin dicapai. Pilih yang paling masuk akal dan tidak memberatkan kantong.
  3. Minta bantuan ahli. Internet membuat kita hanya berjarak 0,5 meter dari belahan bumi yang lain.
  4. Kadangkala perlu sedikit keberanian bahkan kenekatan untuk mengambil langkah yang beresiko namun memiliki kemungkinan berhasil meskipun sedikit.

Ah, jadi inget almarhum mbah kakung, seorang pembalajar otodidak yang jenius. Dulu semua mesin yang rusak kalau dipegang mbah kakung pasti bisa balik normal lagi. Bahkan ketika beliau sama sekali belum pernah mereparasi mesin ketik dan ada orang yang minta mesin ketiknya diperbaiki beliau menyanggupinya. Meski butuh waktu untuk mempelajari cara kerja mesin ketik itu, mbah kakung akhirnya berhasil memperbaikinya. Mungkin kegemaranku mengutak-atik mesin dan peralatan adalah buah dari dulu sering melihat mbah kakung memperbaiki bermacam-macam peralatan. Terimakasih, mbah kakung..

mesin-gravir-roland-egx-30a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s