Tafsir Mimpi 13 Juni 2013

Mimpiku kemarin ternyata bukan sekedar iklan lewat. Mimpi itu ternyata sebuah penglihatan ke masa depan, sebuah petunjuk untukku menghadapi suatu kejadian yang akan terjadi.

Untuk penyegaran, mimpiku kemarin itu begini:

Aku sedang berlibur bersama keluargaku ke pantai di sore hari. Sebuah pantai berpasir putih dengan sunset yang sangat indah. Aku mengambil handphoneku untuk memotret sunset itu. Ketika aku sedang membidik matahari jingga yang sangat indah itu, aku menoleh di sebelah kiriku. Aku melihat ombak besar setinggi 20-30 meter sudah mendekat di bibir pantai dan menghantam bagian pantai di sebelahku itu. Anehnya, ombak sama sekali tidak mengenai bagian pantai tempatku berada.

Ketika ombaknya sudah surut, aku mendatangi bagian pantai yang dihantam ombak itu. Ada kios-kios yang basah kuyup oleh air laut, namun tidak sampai rusak. Aku melihat seorang pria membersihkan sisa-sisa air di dalam kios itu. Kemudian akupun terbangun.

Awalnya aku mengira mimpi itu hanya mimpi biasa, mengingat tidak ada muatan emosi yang kuat meski tanpa kejadian nyata yang kualami atau ingatan pada hari itu yang menjadi pemicu terjadinya mimpi. Ternyata aku salah. Pikiran bawah sadarku memberiku peringatan akan adanya suatu kejadian dan bagaimana aku harus menghadapinya. Aku menyadarinya ketika aku sedang mengalami kejadian berikut ini.

Kemarin petang aku sudah masuk kamar tidur bersama istriku. Hari itu memang istriku sedang datang bulan. Sudah sejak pagi hari istriku cuma beristirahat di kamar karena dismenorea, sakit yang dialami oleh perempuan pada saat menstruasi. Biasanya kalau sudah begitu, aku meninggalkan kerjaanku seharian untuk menemani istriku beristirahat. Tapi kemarin kerjaanku memang sedang sangat padat sehingga aku terpaksa membiarkannya beristirahat sendirian.

Sudah sejak jaman kuliah istriku selalu kesakitan pada hari pertama menstruasi. Berkali-kali diperiksakan ke dokter, katanya tidak apa-apa. Nanti kalau sudah menikah sembuh sendiri, begitu kata semua dokter yang memeriksa. Ternyata tidak. Sampai sekarang istriku masih mengalami kesakitan setiap hari pertama menstruasi.

Sebenarnya bulan lalu istriku sudah tidak mengalami dismenorea lagi semenjak dipijat oleh Ibu Kasiyati, seorang tukang pijat di Sleman, Jogja yang sering menangani pasangan-pasangan yang ingin memiliki anak. Kata beliau, memang ada gumpalan-gumpalan darah yang menyumbat saluran yang seharusnya dipakai untuk membuang darah kotor pada waktu menstruasi. Gumpalan-gumpalan itu pula yang menghambat perjalanan sel sperma menuju sel telur. Gumpalan-gumpalan itu dibersihkan dengan cara memijatnya menuju saluran yang seharusnya. Dan memang benar, bulan lalu istriku sudah tidak kesakitan lagi pada hari pertama menstruasi. Malahan, pada hari itu istriku ikut aku berbelanja ke Jogja seharian. Tapi entah mengapa bulan ini istriku mengalami kesakitan itu lagi. Kata Bu Kasiyati bulan lalu, memang ada sedikit tumpukan lemak di bagian tengah, di bagian yang sekarang terasa sakit itu. Mungki itu yang menyebabkan sakit istriku kali ini.

Petang hari kemarin ketika aku menemani istriku di kamar, istriku mengeluh sangat kesakitan. Bahkan lebih sakit dari biasanya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku menyarankannya minum Panadol seperti biasanya sebagai pereda rasa nyeri. Karena istriku belum makan, aku mengambilkan makan, membuatkan teh panas kemudian membawanya ke kamar. Sekalian makan bersama, begitu maksudku. Istriku yang sedang sangat kesakitan menolak untuk makan. Bahkan saking kesakitannya, ia melemparkan beberapa barang ke lantai. Untung saja tidak ada barang yang mudah pecah.

Aku langsung teringat mimpiku. Ombak besar pada sore hari menghantam di sebelahku, dekat dengan keluargaku, namun tidak menghantamku. Astaga, ternyata ombak besar itu adalah penderitaan karena dismenorea yang menghantam istriku, yang tentu saja tidak menghantamku.

Aku juga teringat bahwa betapapun besar ombak itu, kios-kios di tepi pantai itu tidak apa-apa, hanya sedikit berantakan isinya. Dari situ aku menafsirkan bahwa penderitaan istriku tidak akan membawa kerusakan yang besar, hanya sedikit saja. Berbekal pengharapan itu, aku memutuskan untuk menjauhi istriku dan mendekatinya ketika ombak besar itu sudah surut seperti dalam mimpiku. Setelah aku memaksanya minum Panadol, aku membawa piring dan gelas kosongku, juga sepiring nasi lauk dan segelas teh hangat yang belum disentuh oleh istriku itu ke dapur. Ketika hendak mencuci piring aku menjatuhkan piringku dari baki yang kuletakkan di bibir bak cuci hingga pecah berantakan. Namun aku masih tetap tenang, tidak terpancing emosi. Setelah itu aku meneruskan kerjaanku. Everything is gonna be alright, kataku dalam hati.

Tentu saja aku masih sedikit deg-degan apakah istriku akan baik-baik saja, ataukah dia nekat melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri. Tapi aku belajar untuk percaya yang terbaik, seperti yang ditunjukkan dalam mimpiku. Dengan keyakinan itu, aku menunggu konfirmasi bahwa memang semuanya akan baik-baik saja. Lewat tengah malam, aku masuk kamar untuk tidur. Istriku sudah tertidur. Aku mengecup keningnya kemudian menyusulnya tidur.

Paginya, ketika aku bangun istriku sudah berdandan. Aku mengecup pipinya kemudian langsung turun. Aku tahu dia baik-baik saja. Aku bersyukur mimpiku sudah terkonfirmasi. Kemudian aku teringat lagi mimpiku. Seorang pria membersihkan sisa-sisa air di dalam kios itu. Mungkin pria itu aku, atau mungkin itu sisi maskulin dalam diri istriku yang mengedepankan rasio ketimbang emosi. Yang jelas, semuanya baik-baik saja seperti yang ditunjukkan mimpiku.

Terimakasih, aku bersyukur pikiran bawah sadarku kembali memperingatkanku akan datangnya suatu kejadian dan bagaimana aku harus menghadapinya. Aku juga bersyukur aku menyadari makna mimpi itu ketika kejadian itu sedang terjadi. Terimakasih, terimakasih, terimakasih.

(Diketik di www.zenpen.io, sebuah aplikasi web minimalis untuk menulis. Simpel, hurufnya gede-gede dan distraction free.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s